Penerapan ergonomi dalam industri manufaktur bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, nyaman, dan produktif. Aktivitas fisik yang berulang, postur tubuh yang tidak ergonomis, serta pengangkatan beban berat menjadi penyebab utama terjadinya Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja. Cedera ini dapat berdampak negatif terhadap produktivitas dan kesejahteraan pekerja. Studi ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji literatur dari berbagai sumber terpercaya, seperti Scopus, IEEE, dan ScienceDirect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode intervensi ergonomi yang paling efektif adalah desain ulang workstation, penggunaan alat bantu kerja, dan pelatihan postur tubuh. Intervensi ini terbukti mengurangi resiko cedera MSDs hingga 40%, meningkatkan produktivitas hingga 15%, serta mengurangi biaya terkait cedera hingga 25%. Studi ini merekomendasikan agar industri manufaktur mengintegrasikan ergonomi dalam kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Selain itu, perusahaan disarankan untuk memanfaatkan teknologi modern, seperti eksoskeleton dan sistem konveyor otomatis, untuk memperkuat efektivitas ergonomi di tempat kerja.
Copyrights © 2024