Kajian ini menganalisis kasus pembunuhan dan pemerkosaan Nia Kurnia Sari menggunakan pendekatan analisis wacana kritis Roger Fowler. Fokus penelitian ini adalah pada penggunaan bahasa dalam artikel berita yang membentuk persepsi publik mengenai pelaku dan korban. Kosakata klasifikasi yang digunakan untuk mendeskripsikan pelaku sebagai "tersangka" dan "residivis" serta korban sebagai "gadis penjual gorengan" menciptakan identitas sosial yang jelas dan menggugah empati. Selain itu, istilah pemarjinalan dan pembatasan pandangan berperan penting dalam mengubah narasi seputar tindakan kekerasan, sering kali mengaburkan niat pelaku dan dampak yang dialami korban. Penggunaan kalimat pasif dan nominalisasi dalam penyampaian informasi juga ditemukan mengalihkan perhatian dari tanggung jawab individu, serta mengurangi dampak emosional dari peristiwa tragis ini. Temuan penelitian ini menyoroti pentingnya penggunaan bahasa yang sensitif dan akurat dalam media, serta bagaimana hal ini mempengaruhi pembentukan wacana sosial tentang kekerasan seksual dan perlunya pendekatan jurnalisme yang lebih bertanggung jawab. Dengan demikian, studi ini memberikan wawasan berharga bagi upaya menciptakan representasi yang lebih adil dan konstruktif dalam laporan media mengenai isu-isu kekerasan terhadap perempuan.
Copyrights © 2024