Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) atau Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) merupakan suatu penyumbatan menetap pada saluran respirasi yang diakibatkan oleh emfisema serta bronkitis kronis. Penelitian berdasarkan survei mengenai dampak PPOK di kawasan Asia Pasifik menampilkan bahwa ditaksir dari total prevalensi PPOK pada tahun 2012 yakni 6,2% dan untuk Indonesia sebesar 4,5%. Penderita PPOK mengeluhkan terbatasnya aktivitas. Aktivitas tersebut berpengaruh pada penurunan kualitas hidup dan diikuti pula penurunan fungsi paru yang disebabkan kelemahan otot. Kelemahan otot menyebabkan kelelahan otot, kelelahan otot ini termasuk faktor yang mempengaruhi kapasitas aerobik penderita PPOK yang mengakibatkan berkurangnya toleransi latihan. Penderita dengan PPOK mengalami penurunan kapasitas aerobik terlepas dari klasifikasi GOLD mereka. Prevalensi gangguan fungsional adalah 23-33%. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rehabilitasi paru seperti Inspiratory Muscle Training dapat meningkatkan kapasitas aerobik pada penderita PPOK. Pada penelitian ini dilakukan pencarian literatur dengan kata kunci Inspiratory Muscle Training, Aerobic Capacity, Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Inspiratory Muscle Training Terhadap Peningkatan Kapasitas Aerobik Pada Kasus Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode literature review, pencarian literature dilakukan pada database google schoolar. Dari tujuh artikel dapat diketahui bahwa pemberian inspiratory muscle training mampu meningkatkan kapasitas aerobik pada pasien dengan PPOK. Namun, hanya tiga jurnal yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik dan klinis antar kelompok. Sehingga belum dapat disimpulkan karena adanya penelitian yang menyatakan hasil kontradiktif, oleh karena itu perlu dilakukan studi lebih lanjut guna menelaah dan memperbarui informasi.
Copyrights © 2024