Latar belakang: Body muscle index (BMI) dan nyeri punggung bawah menjadi salah permasalahan yang meningkatkan morbiditas dan mortalitas pada negara berkembang, termasuk Indonesia. Untuk menekan peningkatan BMI dan nyeri punggung bawah diperlukan analisis lebih lanjut mengenai kedua hal tersebut, termasuk analisis pada beberapa kondisi terkait atau pekerjaan yang menjadi risiko nyeri punggung bawah, salah satunya profesi guru. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis hubungan body muscle index terhadap nyeri punggung bawah pada guru sekolah dasar. Metode: Penelitian ini merupakan cross-sectional study untuk melihat hubungan BMI dengan Nyeri Punggung Bawah. Identifikasi berat badan dan tinggi badan digunakan untuk menghitung BMI partisipan dan kuesioner Oswestry Disability Index (ODI) digunakan untuk mengukur nilai nyeri pada lansia dengan LBP. Spearman ‘s rank correlation digunakan untuk menguji hubungan antara kedua variable. Penelitian dilakukan pada 24 guru sekolah dasar di SDN Dukuh Kupang 1 Surabaya dengan usia 30-60 tahun. Hasil: Analisis BMI menujukkan presentase tertinggi pada kategori normal weight (50%) dan presentase ODI tertinggi pada kategori mild disability (62,5%). Hasil uji hubungan antara BMI dengan nyeri punggung bawah menggunakan uji Spearman menunjukkan nilai p>0,05 dengan sig. (2-tailed) 0,135. Yang berarti tidak ada korelasi atau hubungan antara BMI terhadap nyeri punggung bawah pada guru SD. Kesimpulan: Tidak ditemukan korelasi signifikan antara BMI dengan nyeri punggung bawah pada guru SD. Hal ini menunjukkan bahwa faktor BMI tidak berperan langsung dalam mempengaruhi keluhan nyeri punggung bawah pada populasi tersebut.
Copyrights © 2024