Tinea (Dermatofitosis) adalah penyakit infeksi jamur yang disebabkan oleh jamur dermatofita yang menyerang jaringan berisi zat tanduk, misalnya kulit, rambut dan kuku. Berdasarkan lokasi infeksinya, Tinea dibagi menjadi Tinea capitis, Tinea faciei, Tinea barbae, Tinea corporis, Tinea Manuum, Tinea unguium, Tinea cruris, dan Tinea pedis. Penyakit Tinea di Indonesia cukup tinggi. Tinea dapat disebabkan oleh kontak langsung dengan orang terinfeksi, menggunakan pakaian yang ketat, personal hygiene yang buruk, kondisi lingkungan seperti kepadatan penduduk dan iklim yang lembab. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene dengan tingkat kejadian Tinea pada Rumah Susun Sumur Welut Tower D di Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional. Sampel dalam penelitian merupakan 113 penghuni di Rumah Susun Sumur Welut Tower D. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan pemeriksaan mikroskop dengan kerokan kulit. Analisis data menggunakan uji Kendall. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-September 2023 di Rumah Susun Sumur Welut Tower D Surabaya. Personal hygiene yang buruk sebanyak 13.3%. Angka kejadian Tinea Capitis 0.9%, Tinea Faciei 0.9%, Tinea Corporis 7.1%, Tinea Cruris 0.9%, Tinea Pedis 1.8%. Analisis Uji Kendall menunjukan terdapat hubungan antara personal hygiene dengan kejadian Tinea (p-Value 0.000). Terdapat hubungan antara personal hygiene dengan kejadian Tinea pada Rumah Susun Sumur Welut Tower D di Surabaya.
Copyrights © 2024