Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis resepsi audiens terhadap pandangan surogasi di dalam film Dear Jo: Almost is Never Enough. Film ini menyajikan perspektif yang unik mengenai isu surogasi, yakni melalui cerita karakter utama yang menghadapi tekanan emosional dalam menjalani peran sebagai ibu pengganti. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis resepsi dengan pendekatan kualitatif, yang melibatkan wawancara secara mendalam dengan audiens film dari berbagai latar belakang sosial dan usia. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teori resepsi Stuart Hall, yang memetakan respon audiens dalam tiga posisi utama yakni: dominan, negoisasi, dan oposisi. Hasil penelitian ini nantinya akan menunjukan bahwa audiens memiliki pandangan yang beragam terhadap isu surogasi dalam film, dimana beberapa melihatnya sebagai tindakan altruistik, sementara audiens lainnya mempertanyakan aspek moral dan dampaknya terhadap hubungan sebuah keluarga.
Copyrights © 2025