Perangkat Daerah Kota Bogor merupakan salah satu pemerintahan yang diwajibkan Menyusun APBD, dimana setelah itu perangkat daerah tersebut harus membuat laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBD berjalan. Perangkat Daerah Kota Bogor juga memiliki kenaikan SILPA yang cukup tinggi sehingga membuat peniliti ingin mengetahui pengaruh dari Partisipasi Anggaran, Umpan Balik Anggaran dan Locus of Control terhadap Kinerja Manajerial yang ada di pemerintahan Kota Bogor. Metode kuantitatif yakni suatu pendekatan hubungan kausalitas (sebab-akibat) dan Purposive Sampling merupakan metode dan teknik pengambilan sampel yang digunakan untuk penelitian ini. Pejabat pada Perangkat Daerah Kota Bogor yang pekerjaannya berkaitan dengan proses pembuatan dan penyusunan anggaran yang menjadi objek penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dari 104 kuesioner yang dapat diolah, bahwa hasil uji T menyatakan ketiga variable yakni partisipasi anggaran, umpan balik anggaran dan LOC berdampak positif dan signifikansi yang baik dengan parsial atas kinerja manajerial, serta uji simultan mendapatkan hasil bahwa Fhitung > Ftabel (15.642 > 2,69) yang memiliki nilai signifikansi 0,00 < 0,05 maka variabel partisipasi anggaran, umpan balik anggaran dan LOC ini dinyatakan berpengaruh dengan simultan terhadap kinerja manajerial.
Copyrights © 2024