Penelitian ini menginvestigasi kesulitan belajar siswa kelas satu di SDN Babarsari, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, khususnya dalam konteks operasi bilangan. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan tes untuk memahami fenomena ini secara mendalam. Temuan menyoroti beberapa faktor penyebab kesulitan belajar, termasuk kurangnya minat belajar, motivasi yang rendah, gaya pengajaran yang dianggap membosankan, dan kekurangan fasilitas pembelajaran. Hasil analisis tes menunjukkan penurunan kemampuan siswa saat beralih dari representasi konkret ke abstrak, serta kesulitan dalam memahami soal cerita. Dalam konteks ini, pendekatan pembelajaran yang melibatkan pemodelan konkret diperlukan untuk memperkuat pemahaman konsep operasi bilangan. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif dalam mengatasi kesulitan belajar matematika di tingkat sekolah dasar.
Copyrights © 2024