Abstract Modding or modifying video games has become a rapidly growing phenomenon within the gaming community. This activity is often carried out by players to enhance the gaming experience, add new content, or fix bugs in games. However, this practice raises debates from a legal perspective, particularly concerning copyright. This research aims to analyze the act of modifying (modding) video games based on Law No. 28 of 2014 on Copyright.This study employs a normative juridical research method with a legislative, analytical, comparative, and case study approach. The research method used in this thesis is normative juridical legal research. The approaches include a legislative approach, analytical approach, comparative approach, and case study approach. The study utilizes primary legal materials from Law No. 28 of 2014 on Copyright, particularly Article 52 on Technological Control Measures and Article 9 of Law No. 28 of 2014 on Copyright regarding piracy, as well as secondary legal materials such as literature related to copyright and video game modding. The analysis is conducted on legal regulations governing modding and its implications for copyright infringement.The research show that video game modding involves software cracking, which violates the provisions of Article 52 on Technological Protection Measures. This act may also be subject to sanctions under Article 112 of Law No. 28 of 2014 on Copyright. Furthermore, modding can be classified as piracy under Article 9 of the same law, as it involves the reproduction and distribution of games without the permission of the copyright holder and often includes a commercial element. This action is subject to criminal penalties as stipulated in Article 113 of the law. In addition, modding also infringes the moral rights of creators as outlined in Article 5 of Law No. 28 of 2014. The End User License Agreement (EULA) of video games, such as Grand Theft Auto: San Andreas, explicitly prohibits modifications and the removal of technological protection measures in their games. This study concludes that video game modding in Indonesia constitutes copyright infringement that harms video game developers. It also emphasizes the need for more specific regulations regarding video game modding in Indonesia.Keywords: Cracking, EULA, copyright, modding, modification, Law No. 28 of 2014, video game. Abstrak Modifikasi atau modding video game telah menjadi fenomena yang berkembang pesat di kalangan komunitas gamer. Aktivitas ini sering kali dilakukan oleh pemain untuk meningkatkan pengalaman bermain, menambahkan konten baru, atau memperbaiki bug dalam game. Namun, praktik ini memunculkan perdebatan dari sudut pandang hukum, terutama terkait dengan hak cipta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindakan modifikasi (modding) video game berdasarkan Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, analitis, komparatif, dan studi kasus. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah penelitian hukum yuridis normatif. Pendekatan yang digunakan meliputi pendekatan perundang-undangan, pendekatan analitis, pendekatan komparasi serta pendekatan kasus. Penelitian ini memanfaatkan bahan hukum primer Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, khususnya Pasal 52 tentang Sarana Kontrol Teknologi dan Pasal 9 Undang-Undang no.28 tahun 2014 tentang hak cipta yang mengatur soal pembajakan, serta bahan hukum sekunder berupa literatur terkait hak cipta dan modding video game. Analisis dilakukan terhadap aturan-aturan hukum yang mengatur modding dan implikasinya terhadap pelanggaran hak cipta.Hasil penelitian menunjukkan bahwa modding video game melibatkan software cracking, Tindakan ini melanggar ketentuan dalam Pasal 52 tentang Sarana Kontrol Teknologi. Serta dapat dikenakan sanksi sesuai dalam pasal 112 undang-undang no.28 tahun 2014. Selain itu, tindakan modding dapat diklasifikasikan sebagai pembajakan menurut pasal 9 undang-undang no.28 tahun 2014. karena melibatkan penggandaan dan distribusi game tanpa izin dari pemegang hak cipta dan memiliki unsur komersil di didalamnya. Hal ini dapat dikenakan sanksi pidana sesuai dengan yang tercantum di dalam pasal 113 undang- undang no.28 tahun 2014. Selain itu modding juga melanggar hak moral pencipta sesuai dengan pasal 5 undang-undang no.28 tahun 2014. End User License Agreement (EULA) dari video game seperti Grand Theft Auto: San Andreas juga secara eksplisit melarang modifikasi dan penghapusan proteksi teknologi dalam video gamenya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa modding video game di Indonesia merupakan pelanggaran hak cipta yang merugikan para pengembang video game. Serta perlunya peraturan yang lebih spesifik mengenai modding video game di Indonesia.Kata kunci: Cracking, EULA, hak cipta, modding, modifikasi, Undang-Undang No. 28 Tahun 2014, video game.
Copyrights © 2025