Tujuan peneilitian untuk menggambarkan dinamika pola perubahan tutupan lahan tanpa intervensi dan intervensi. Penutupan lahan tidak tetap selamanya, namun pasti mengalami perubahan yang disebabkan oleh faktor alami maupun oleh aktifitas manusia. Model perubahan tutupan lahan menggunakan Stella 9.0.2. Perubahan tutupan lahan sebelum penetapan sebagai hutan lindung (1990-1996) terdapat 4 (empat) kelas tutupan lahan Hutan Lahan Kering Primer, Hutan Lahan Kering Sekunder, Semak Belukar, dan Pertanian Lahan Kering Bercampur Semak. Perubahan tutupan lahan setelah penetapan sebagai hutan lindung (2000-2019) terdapat terdapat 7 (tujuh) tutupan lahan yaitu Hutan Lahan Kering Primer, Hutan Lahan Kering Sekunder, Semak Belukar, Savana, Pertanian Lahan Kering Bercampur Semak, Pertanian Lahan Kering dan Pemukiman. Model perubahan tutupan lahan tanpa intervensi untuk memperbaikinya sampai tahun 2039 cenderung menurun pada Hutan Lahan Kering Primer, Hutan Lahan Kering Sekunder, Semak Belukar, sedangkan Pertanian Lahan Kering Bercampur Semak, Savana, Pertanian Lahan Kering dan Pemukimann cenderung naik. Model perubahan tutupan lahan dengan adanya intervensi untuk memperbaikinya sampai tahun ke-20 pada Hutan Lahan Kering Primer, Hutan Lahan Kering Sekunder meningkat sedangkan Semak Belukar, sedangkan Pertanian Lahan Kering Bercampur Semak, Savana, Pertanian Lahan Kering dan Pemukiman cenderung menurun. Hal ini menunjukkan bahwa penutupan lahan pada Pertanian Lahan Kering Bercampur Semak, Savana, Pertanian Lahan Kering semakin meningkat dan tidak ada pengembangan Pemukiman.
Copyrights © 2024