Penelitian ini mengeksplorasi tren konsumsi minuman kemasan di kalangan siswa sekolah tingkat pertama serta dampak kesehatan yang diakibatkannya. Minuman kemasan, yang mencakup kategori seperti minuman manis, berkarbonasi, dan berenergi, telah menjadi pilihan populer di kalangan siswa. Popularitas ini didorong oleh beberapa faktor, termasuk kemudahan akses di sekolah serta strategi promosi yang dirancang untuk menarik minat anak-anak. Meskipun demikian, tren ini menimbulkan kekhawatiran yang signifikan terkait dampak jangka panjang pada kesehatan anak-anak, terutama terkait risiko obesitas, diabetes, kerusakan gigi, dan gangguan pencernaan akibat tingginya kadar gula serta bahan kimia tambahan seperti pewarna dan pengawet. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka dan wawancara dengan pihak sekolah, orang tua, serta tenaga kesehatan di kecamatan tersebut. Melalui wawancara, diperoleh data empiris mengenai pola konsumsi minuman kemasan oleh siswa serta perspektif para pemangku kepentingan mengenai dampaknya terhadap kesehatan anak-anak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi minuman kemasan yang tinggi di kalangan siswa berhubungan dengan peningkatan prevalensi masalah kesehatan yang serius. Untuk mengurangi risiko, diperlukan peningkatan program edukasi gizi di sekolah serta penerapan regulasi yang lebih ketat terhadap penjualan minuman kemasan di lingkungan pendidikan. Penerapan kebijakan yang lebih efektif dapat melindungi kesehatan siswa di usia pertumbuhan dan mendukung pola makan yang lebih sehat
Copyrights © 2024