Penelitian ini bertujuan menguraikan resistensi sosial atas praktik politik uang dalam pemilihan kepala desa Karanganyar, Kabupaten Malang. Sejauh ini eksistensi resistensi terhadap praktik politik uang sangat variatif, melaui pendidikan politik, pemberdayaan masyarakat hingga pelaporan terduga penyuap kepada pihak berwajib. Berbeda dengan literatur-literatur terdahulu, kajian ini mengupas restrukturisasi resistensi dari motif, jaringan bawah tanah hingga menuju permukaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif karena ingin mengupas, menelaah, mendeskripsikan hingga menganalisis perjuangan dari warga yang resisten secara murni dalam perhelatan pemilihan kepala desa Karanganyar kecamatan poncokusumo kabupaten malang tahun 2023. Dengan menggunakan teori Scoot tentang resistensi sebagai pisau analisis utama, penelitian ini mengasilkan temuan bahwa terdapat dua bentuk resistensi warga Karanganyar terhadap politik uang yaitu resistensi terbuka dan resistensi tertutup. Resistensi terbuka tampak dari adanya edukasi politik secara publik, pemasangan banner dan penjagaan pos. Sedangkan resistensi tertutup dapat dilihat dari penolakan individual, hingga edukasi dari rumah ke rumah. Temuan ini lantas memperbarui penelitian sebelumnya yang massif terhadap pendidikan politik, baik melalui tokoh masyarakat maupun melalui lembaga resmi dalam menstimulisasi resistensi.
Copyrights © 2024