pengolahan rumput laut yang mendukung spa & wellness tourism dihadapkan pada beberapa kendala. Hal ini menyebabkan pemanfaatan hasil olahan oleh industri hilir tidak optimal dan banyak rumput laut kering yang diekspor. Dibutuhkan peran pengambil kebijakan untuk merealisasikan spa & wellness tourism di Nusa Lembongan. Pemerintah Daerah perlu memahami faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengembangan model wisata ini serta korelasinya dengan kesiapan infrastruktur fisik, pembangunan suprastruktur serta SDM petani dan stakeholders. Penelitian ini mencoba mengangkat permasalahan pengembangan model wisata dengan pendekatan model hubungan kausal dalam metode dinamika sistem. Penelitian ini berlokasi di Nusa Lembongan yang memiliki potensi rumput laut tinggi di Provinsi Bali. Model yang dihasilkan dalam penelitian ini menunjukkan dibutuhkan sinergi antara empat subsistem yaitu subsistem pengolahan rumput laut, subsistem budidaya rumput laut, subsistem spa & wellness tourism, dan subsistem desa wisata. Adanya pemahaman terkait subsistem ini diharapkan membantu pengambil kebijakan dalam pengembangan pariwisata Lembongan menuju pariwisata berkualitas.
Copyrights © 2023