Pengembangan Terminal Kedatangan Domestik 1A di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya penting untuk mendukung peningkatan jumlah penumpang, namun fasilitas keamanan penerbangan masih kurang. Penelitian ini menganalisis ketersediaan fasilitas dan proses keamanan pasca pengembangan menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek personel AVSEC. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan fasilitas terminal, namun belum tersedia mesin X-Ray dengan deteksi bahan peledak dan cair. Meski personel AVSEC telah memiliki lisensi dan pelatihan yang cukup, kurangnya fasilitas transit seperti Transit Passenger Security Checkpoint (TPSCP) menghambat efektivitas pengamanan penumpang transit.
Copyrights © 2024