Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model pembelajaran berbicara berbasis role-play dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa SMK. Model role-play dipilih karena diyakini mampu menciptakan situasi belajar yang mendekati kondisi nyata, sehingga dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan berbicara secara lebih optimal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pretest-posttest. Subjek penelitian adalah siswa SMK yang mengikuti pembelajaran berbicara dengan metode role-play. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan berbicara dan observasi selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada keterampilan berbicara siswa, yang terlihat dari perbandingan skor pretest dan posttest. Selain itu, observasi mengungkapkan bahwa model role-play meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa dalam pembelajaran. Siswa menjadi lebih aktif dan percaya diri dalam berbicara, terutama karena adanya suasana belajar yang mendukung dan interaktif. Model ini juga terbukti efektif dalam mengatasi hambatan psikologis seperti kecemasan dan rasa malu saat berbicara di depan umum. Kesimpulannya, model pembelajaran berbasis role-play dapat menjadi alternatif yang efektif dalam pengajaran keterampilan berbicara bagi siswa SMK. Model ini tidak hanya meningkatkan aspek kognitif, tetapi juga aspek afektif, yang berkontribusi pada keberhasilan pembelajaran secara keseluruhan. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya integrasi metode role-play dalam pembelajaran vokasional untuk mengembangkan keterampilan komunikasi yang dibutuhkan di dunia kerja.
Copyrights © 2024