Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mimikri pribumi dan kolonial penjajah Belanda dalam novel Sang Pangeran karya Salim A. Fillah. Metode penelitian yang digunakan bentuk deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tahap awal dalam kegiatan penelitian dilakukan pengumpulan data dari sumber data, setelah data terkumpul dianalisis dengan teori Postkolonialisme. Postkolonial adalah menelusuri jejak-jejak kolonial dalam teks sastra. Penelitian ini menggambarkan bagaimana ketimpangan kekuasaan yang menyebabkan penindasan terhadap golongan yang lebih rendah yang kemudian melakukan peniruan atau mimikri untuk melakukan perlawanan atau pertahanan melalui kearifan lokal. Pangeran Diponegoro melakukan mimikri untuk melawan hegemoni kekuasaan penjajah Belanda untuk mempertahankan nilai dan adat-istiadat leluhurnya.
Copyrights © 2024