Tantangan baru bagi para penulis puisi pada era kecerdasan buatan. Para penulis puisi berhadapan langsung dengan robot pencipta puisi yang dapat menulis secara cepat dalam hitungan beberapa detik saja. Dengan hanya memberikan perintah tertentu, sudah dengan mudah dapat memberikan permintaan yang diinginkan seseorang dalam proses penulisan puisi. Setelah sebelumnya proses penciptaan puisi dianggap cenderung lebih sederhana jika dibandingkan dengan prosa dan drama, kini selepas kelahiran mesin kecerdasan buatan tersebut proses penciptaan puisi tentu dianggap lebih mudah lagi. Bahkan, tidak jarang para guru di sekolah menganjurkan untuk menulis puisi menggunakan mesin kecerdasan buatan yang lebih dikenal dengan istilah Artificial Intelligence (AI) dengan beragam jenis aplikasi mesinnya. Dalam hal ini digunakan analisis konten sebagai sebuah metode yang berupaya menyuguhkan bagaimana analisis teks puisi yang dihasilkan oleh AI untuk mengidentifikasi pola, tema, dan gaya yang muncul atau yang dihasilkan. Teknik yang digunakan tersebut berupaya membantu memahami bagaimana karakteristik puisi yang dihasilkan oleh AI dan dihadapkan atau dibandingkan dengan puisi yang dibuat oleh manusia.
Copyrights © 2024