Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PEMANFAATAN MEDIA PADLET.COM DALAM PEMBELAJARAN TEKS HIKAYAT SEKOLAH MENENGAH ATAS KOTA SEMARANG Safitri, Novalina; Ripai, Ahmad
Jurnal Edukasi Khatulistiwa : Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/ekha.v7i2.78617

Abstract

Di era digital ini, penggunaan teknologi dalam dunia pendidikan semakin meluas. Pendidik mulai mengenalkan teknologi dalam proses pembelajaran ke peserta didik agar mereka mengetahui perkembangan zaman sekarang. Perkembangan teknologi digital yang semakin canggih ini juga menciptakan laman-laman yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Bentuk media pembelajaran yang terhubung dengan teknologi ialah padlet. Padlet adalah sebuah aplikasi daring gratis yang dapat diibaratkan sebagai papan tulis daring. Selain itu, padlet dapat dimanfaatkan baik oleh peserta didik maupun guru untuk berbagi catatan pada satu halaman yang sama. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemanfaatan media yang berbasis teknologi ke dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengenalkan peserta didik dengan media padlet yang merupakan teknologi berbasis pendidikan ke peserta didik yang bisa membuat peserta didik terlibat secara aktif dan mendorong kolaborasi, pemikiran kritis, dan kreatif. Metode deskriptif kualitatif yang digunakan dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X-11 di SMA N 9 Semarang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan dalam penggunaan padlet di proses pembelajaran memiliki beberapa manfaat, termasuk meningkatkan keterlibatan dan antusiasme peserta didik, serta berfungsi sebagai platform untuk diskusi, umpan balik, kerja kelompok, dan dokumentasi portofolio.
IMPLEMENTASI ASESMEN DIAGNOSTIK NON-KOGNITIF GAYA BELAJAR DENGAN MEDIA GOOGLE FORM DI SMK KOTA SEMARANG Viani, Yetty Okta; Ripai, Ahmad
Jurnal Edukasi Khatulistiwa : Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/ekha.v7i1.78559

Abstract

This research aims to describe the results of the non-cognitive diagnostic assessment of learning styles of Class X PM 1 students at SMK Kota Semarang, namely SMK Negeri 2 Semarang, using words and charts. This research method is descriptive qualitative and quantitative, known as mixed methods. Data sources for this research include primary data collected directly individually from student responses via Google Form as well as secondary data from libraries or archives related to student learning styles from tutor teachers. The data collection technique uses a written exam, namely ten multiple choice questions presented online using Google Form media. The results of the study describe the learning styles of class X PM 1 at SMKN 2 Semarang varying with a ratio of 27,3% to visual learning styles, 31.8% to auditory learning styles and 68,2% to kinesthetic learning styles. The most dominant variation in learning styles of students in schools is the dominant kinesthetic learning style. Keywords: assesment diagnostic, learning style, non-cognitive.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil asesmen diagnostik non-kognitif gaya belajar peserta didik Kelas X PM 1 di SMK Kota Semarang, yakni SMK Negeri 2 Semarang dengan kata-kata dan bagan. Metode penilitian ini adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dikenal sebagai metode campuran. Sumber data penelitian ini meliputi data primer yang dikumpulkan langsung secara individu dari tanggapan peserta didik melalui google form serta data sekunder dari perpustakaan atau arsip terkait gaya belajar peserta didik dari pendidik pamong. Data dikumpulkan dengan ujian tertulis, yakni sepuluh soal pilihan ganda yang disajikan secara online menggunakan media google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik kelas X PM 1 SMK Negeri 2 Semarang memiliki gaya belajar yang beragam, dengan pembagian persentase sebesar 27,3% untuk gaya belajar visual 31,8% untuk gaya belajar audiovisual, dan 68,2% untuk gaya belajar kinestetik. Variasi gaya belajar peserta didik di sekolah yang paling dominan adalah   gaya belajar kinestetik yang dominan.Kata Kunci: asesmen diagnostik, gaya belajar, non-kognitif
KEMAMPUAN AWAL GURU SD PADA PEMBELAJARAN MENDONGENG ANTI BULLIYING BERBANTUKAN MEDIA SHADOW THEATRE Septiana, Ika; Muhajir, Muhajir; Ripai, Ahmad
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.51547

Abstract

Bullying merupakan tindakan perundungan yang bisa terjadi pada siapa saja dan di mana saja. Bahkan juga bisa terjadi pada orang-orang yang ada di sekitar.  Bullying juga bisa terjadi di dunia pendidikan seperti di lingkungan sekolah. Perundungan atau bullying dapat dihindarkan dengan cara menumbuhkan sikap kasih sayang, empati, tolong menolong sesama teman maupun orang sekitar. Sikap mengganggu tumbuh dengan maksud ingin menunjukkan kekuatan, melihat orang lain lebih rendah, dan keinginan mengalahkan orang lain. Hal itu dapat diminimalkan dengan menumbuhkan jiwa kasih sayang, empati, tolong menolong melalui kegiatan bercerita. Hal itu dikarenakan dengan cerita, anak tidak merasa digurui. Anak akan mengambil pelajaran dari pesan yang disampaikan dalam cerita dan mengidentifikasikan dirinya melalui tokoh-tokoh ditunjukkan dalam cerita. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa dongeng dipilih untuk mengatasi banyaknya bullying yang terjadi di sekolah. Guru melibatkan peserta didik dalam bercerita dengan menggunakan media seperti media Shadow Theatre. Berdasarkan hasil pengabdian yang telah dilakukan disimpulkan bahwa materi ajar dongeng diajarkan di Sekolah Dasar. Hal itu sesuai dengan indikator atau tujuan pembelajaran yang ada di kurikulum SD mata pelajaran Bahasa Indonesia. Bahkan guru-guru Sekolah Dasar Kecamatan Karangawen juga mengajarkan mendongeng kepada peserta didik. Berdasarkan data awal pengabdian diperoleh mengenai aspek pengetahuan tentang bullying, sebanyak 75% guru-guru memahami tentang bullying. Aspek bullying terjadi di sekolah, sebanyak 75% terjadi di SD. Aspek materi, 82% responden mengakui tidak mengaitkan topik bullying dalam pembelajaran. Aspek media, pengetahuan guru tentang penggunaan media Shadow Theatre sebanyak 96% responden kurang memahami mengenai media Shadow Theatre. Aspek jenis kekerasan, bahwa jenis kekerasan yang dipahami responden, yaitu kekerasan psikis.  Bullying terjadi di sekolah akan tetapi tema ini tidak banyak diangkat atau dikaitkan guru dalam pembelajaran di sekolah. Bullying is an act of bullying that can happen to anyone and anywhere. It can even happen to people around you. Bullying can also occur in the world of education, such as in the school environment. Bullying or bullying can be avoided by cultivating an attitude of compassion, empathy, and helping fellow friends and those around you. Disruptive attitudes grow intending to show strength, see others as inferior, and the desire to defeat others. This can be minimized by cultivating a spirit of compassion, empathy, and helping through storytelling activities. This is because, with stories, children do not feel patronized. Children will learn from the messages conveyed in the story and identify themselves through the characters shown in the story. This is the reason why fairy tales were chosen to overcome the amount of bullying that occurs in schools. Teachers involve students in telling stories using media such as Shadow Theater media. Based on the results of the service that has been carried out, it is concluded that fairy tale teaching material is taught in elementary schools. This is per the indicators or learning objectives in the elementary school curriculum for Indonesian language subjects. Even Karangawen District Elementary School teachers also teach storytelling to students. Based on initial service data obtained regarding aspects of knowledge about bullying, as many as 75% of teachers understand bullying. Aspects of bullying occur in schools, as much as 75% occur in elementary schools. In terms of material, 82% of respondents admitted that they did not relate the topic of bullying to learning. Media aspect, teachers' knowledge about the use of Shadow Theater media as much as 96% of respondents do not understand about Shadow Theater media. Aspects of types of violence, namely the type of violence that respondents understand, namely psychological violence. Bullying occurs in schools, but this theme is not often raised or related by teachers in school learning.
Pergeseran dan Pemertahanan Bahasa Daerah Pengrajin Kayu di Kabupaten Tegal Amalia, Ayu Rizqi; Muhajir, Muhajir; Ripai, Ahmad
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jbs.v12i2.128059

Abstract

This research examines the maintenance and shift of Javanese and other regional languages among wood craftsmen in Tegal Regency, Indonesia. Regional languages are integral to cultural identity, and their retention or shift reflects broader social and cultural dynamics. Using a qualitative case study approach, data was collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation. The study employs thematic analysis to provide an in-depth understanding of language use patterns. Findings reveal a linguistic dualism in the community. While Indonesian dominates formal situations, reflecting adaptation to broader communication needs, Javanese and other regional languages prevail in daily interactions, indicating the continuity of local cultural traditions. This language shift and maintenance are influenced by social context, education, and work environment factors. The study contributes to our understanding of language ecology in multilingual Indonesian contexts, drawing on Fishman's domain analysis. It highlights how communities navigate between national and regional languages, adapting to different communication needs while preserving cultural identity. These findings have implications for language policy and cultural preservation efforts in Indonesia, particularly in balancing national unity with linguistic diversity.
Puisi Era Kecerdasan Buatan Andrian, Setia Naka; Ripai, Ahmad
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 20 (2024): Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI) Universitas Muhamm
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v20i.1392

Abstract

Tantangan baru bagi para penulis puisi pada era kecerdasan buatan. Para penulis puisi berhadapan langsung dengan robot pencipta puisi yang dapat menulis secara cepat dalam hitungan beberapa detik saja. Dengan hanya memberikan perintah tertentu, sudah dengan mudah dapat memberikan permintaan yang diinginkan seseorang dalam proses penulisan puisi. Setelah sebelumnya proses penciptaan puisi dianggap cenderung lebih sederhana jika dibandingkan dengan prosa dan drama, kini selepas kelahiran mesin kecerdasan buatan tersebut proses penciptaan puisi tentu dianggap lebih mudah lagi. Bahkan, tidak jarang para guru di sekolah menganjurkan untuk menulis puisi menggunakan mesin kecerdasan buatan yang lebih dikenal dengan istilah Artificial Intelligence (AI) dengan beragam jenis aplikasi mesinnya. Dalam hal ini digunakan analisis konten sebagai sebuah metode yang berupaya menyuguhkan bagaimana analisis teks puisi yang dihasilkan oleh AI untuk mengidentifikasi pola, tema, dan gaya yang muncul atau yang dihasilkan. Teknik yang digunakan tersebut berupaya membantu memahami bagaimana karakteristik puisi yang dihasilkan oleh AI dan dihadapkan atau dibandingkan dengan puisi yang dibuat oleh manusia.
Kebutuhan Guru dalam Pengembangan Buku Bahasa Indonesia SMA Berbasis Sintaksis Septiana, Ika; Asropah, Asropah; Ripai, Ahmad
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2021): Juli
Publisher : LPPM Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppp.v5i2.34274

Abstract

Guru Bahasa Indonesia SMA dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yaitu guru masih kurang dapat memahami materi Bahasa Indonesia yang berkaitan dengan ilmu Sintaksis. Salah satunya mengenai struktur kalimat dan jenis kalimat. Dalam penempatan struktur kalimat masih dirasakan ada kesulitan. Hal itu membuat pemahaman guru berbeda dengan guru lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan guru dalam pengembangan buku Bahasa Indonesia SMA berbasis Sintaksis. Penelitian ini merupakan penelitian R&D dan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian adalah guru Bahasa Indonesia SMA Kota Semarang. Teknik pengambilan data dengan cara pendistribusian angket secara daring, wawancara, dan FGD daring kemudian dianalisis dengan mengguakan teknik analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian analisis kebutuhan awal ini diperoleh hasil bahwa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, ilmu Sintaksis masuk dalam pembahasan pembelajaran Bahasa Indonesia SMA. Kurikulum yang saat ini digunakan adalah kurikulum 2013 revisi. Dalam kurikulum ini pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis teks. Materi Bahasa Indonesia dalam beberapa teks pembelajaran terdapat pembahasan yang berkaitan dengan ilmu Sintaksis yaitu mengenai pembahasan kalimat.
Dampak Penggunaan Bahasa Indonesia pada Keluarga Marginal di Brebes Lutfianti, Febri Anika; Ripai, Ahmad; Muhajir, Muhajir; Suciati, Sri
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 9, No 2 (2024): VOLUME 9 NUMBER 2 SEPTEMBER 2024
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v9i2.5445

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena penggunaan bahasa Indonesia di Brebes masih belum terbiasa, khususnya pada keluarga marginal. Penggunaan bahasa Indonesia sangat penting bagi masyarakat dalam membantu komunikasi yang baik. Bahasa dapat dikatakan sebagai wujud yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan bahasa Indonesia dan dampak penggunaan bahasa Indonesia pada keluarga marginal di Brebes. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa angket dan penelitian lapangan dengan memperoleh 35 responden. Hasil penelitian ini menunjukan penggunaan bahasa Indonesia pada masyarakat marginal di Brebes masih belum terbiasa, memperoleh 17% yang hanya menggunakan bahasa Indonesia. Adapun dampak penggunaan bahasa Indonesia pada keluarga marginal di Brebes hanya 26%, yaitu berdampak pada pekerjaan, dan pendidikan.
Eksistensi Penggunaan Bahasa Indonesia pada Masyarakat Marginal di Demak Rustiani, Ida; Suciati, Sri; Ripai, Ahmad
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 9, No 2 (2024): VOLUME 9 NUMBER 2 SEPTEMBER 2024
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v9i2.5444

Abstract

Language is a connecting tool for humans in everyday life. In this world, of course, there are many languages, one of which is Indonesian. Indonesian aims to unite and make it easier to communicate between regional ethnic groups, because Indonesia has many different languages. The aim of this research was to describe, analyze and research the existence of Indonesian language use among marginalized communities in Demak. This research is qualitative with a descriptive approach. Data collection techniques through observation, distribution of questionnaires, interviews and documentation. Data analysis is carried out by presenting data in the form of tables and drawing conclusions. Based on the research results, it was found that marginalized communities in Demak only use Indonesian during formal activities or events. People in Demak tend to use regional languages or Javanese in their daily lives, this is because they feel more comfortable and proficient when communicating. Factors that influence the language use of marginalized communities in Demak, namely work factors and environmental factors.
KEEFEKTIFAN TEKNIK PENUGASAN DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS DESKRIPSI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 PANCUR KABUPATEN REMBANG TAHUN PELAJARAN 2022/2023 Lestari, Susi; Suyoto, Suyoto; Ripai, Ahmad; Mukhlis, Mukhlis
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v14i1.12608

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilaksanakan dengan latar belakang adanya kurangnya pemahaman siswa terhadap materi teks deskripsi. Banyak siswa mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi ciri-ciri teks deskripsi, memahami tujuan, mengenali struktur, serta menerapkan kaidah kebahasaan yang berlaku dalam teks deskripsi. Berdasarkan permasalahan tersebut, rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah bagaimana efektivitas penerapan teknik penugasan dalam pembelajaran menulis teks deskripsi pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Pancur Kabupaten Rembang Tahun Pelajaran 2022/2023. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara rinci efektivitas teknik penugasan dalam meningkatkan keterampilan menulis teks deskripsi pada siswa di kelas VII SMP Negeri 2 Pancur Kabupaten Rembang Tahun Pelajaran 2022/2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode random sampling, di mana populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Pancur. Sampel yang terpilih adalah kelas VII-A sebagai kelompok eksperimen yang mendapat perlakuan dengan teknik penugasan, dan kelas VII-B sebagai kelompok kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan serupa. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik tes dan nontes, sedangkan analisis data menggunakan uji normalitas dan homogenitas untuk menguji hipotesis penelitian. Berdasarkan hasil perhitungan uji hipotesis, diperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,002. Karena nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,002 lebih kecil daripada nilai Alpha 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis teks deskripsi dengan menggunakan teknik penugasan dan tanpa menggunakan teknik tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan teknik penugasan efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks deskripsi siswa kelas VII-B SMP Negeri 2 Pancur Kabupaten Rembang pada Tahun Pelajaran 2022/2023. KATA KUNCI: Keefektifan, Teknik Penugasan, Teks Deskripsi Abstract This study was motivated by students’ limited understanding of descriptive text material. Many students faced difficulties in identifying the characteristics of descriptive texts, understanding their purpose, recognizing the text structure, and applying the appropriate linguistic features. Based on these issues, the research question formulated was: How effective is the assignment technique in teaching descriptive text writing to seventh-grade students of SMP Negeri 2 Pancur, Rembang Regency, in the 2022/2023 academic year? The primary objective of this research was to describe the effectiveness of using the assignment technique in improving students’ descriptive text writing skills at SMP Negeri 2 Pancur, Rembang Regency, during the 2022/2023 academic year. This study employed an experimental method with a quantitative approach. The sampling technique used was random sampling, with the research population consisting of all seventh-grade students at SMP Negeri 2 Pancur. The selected sample consisted of class VII-A as the experimental group, which was taught using the assignment technique, and class VII-B as the control group, which did not receive the same treatment. Data were collected through test and non-test methods, and data analysis involved tests of normality and homogeneity to verify the research hypothesis. The results of the hypothesis testing showed that the significance value (2-tailed) was 0.002. Since the significance value of 0.002 was lower than the Alpha level of 0.05, the null hypothesis (Ho) was rejected and the alternative hypothesis (Ha) was accepted. Therefore, it can be concluded that there is a significant difference between students’ descriptive text writing skills using the assignment technique and those without it. These findings confirm that applying the assignment technique is effective in enhancing the descriptive text writing abilities of seventh-grade students at SMP Negeri 2 Pancur, Rembang Regency, in the 2022/2023 academic year. KEYWORDS: Effectiveness, Assignment Technique, Description Texts
Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulan Penyakit Demam Berdarah dan Menciptakan Lingkungan Yang Bersih di Lingkungan Rw.034 Desa Sumber Jaya, Kab. Bekasi Sjarifudin, Didin; Ripai, Ahmad; Wisnu, Raja Dewa; Najib, Anang Khoiri; Adriansyah, Putra; Taufik, Muhammad; Sunardi, Lingga Putra; Astrianto, Alfian Putra; Ramdani, Umar; Tarmizi, Khanan Habib; Gifary, Fiqri Raihan Al
Jurnal Sains Teknologi dalam Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/81qj8p45

Abstract

The Real Work Lecture Program conducted by Group 5 has the goal of socializing and striving to increase public awareness in Sumber Jaya Village, especially in RW 034 in terms of clean-living behavior and prevention of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). The KKN program that will be carried out consists of the main activities in the form of community service, socialization about a healthy environment and dengue disease as well as the provision of lavender plants, making plant naming around the RW 034 post with QR Code, socialization for children with piggy bank painting media, and making an inorganic waste bank. Through these programs, it is hoped that it can increase public awareness of healthy living with a clean environment, expand public knowledge about dengue disease more deeply, use technology media in the form of SCcan QR Code as a development of education for local residents about plants and their uses, increase awareness of clean living for children from an early age, and foster awareness of the importance of waste management to support efforts to improve lives healthy in preventing dengue. From the activities that have been carried out, it turns out that the KKN carried out by Group 5 in Sumber Jaya village has succeeded in having a positive impact on the community and the environment.