Pembelajaran bahasa Arab di pesantren menghadapi tantangan signifikan akibat keberagaman tingkat kemampuan santri. Kondisi ini menuntut penerapan metode pengajaran yang mampu mengakomodasi perbedaan tersebut. Pendekatan diferensiasi menjadi salah satu alternatif solusi dengan menyesuaikan materi, proses, dan evaluasi pembelajaran sesuai kebutuhan individu siswa. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk menganalisis teori dan praktik pendekatan diferensiasi dalam pembelajaran bahasa Arab, serta mengeksplorasi relevansi dan penerapannya di lingkungan pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan diferensiasi efektif dalam meningkatkan keterampilan santri, khususnya dalam empat maharah utama (istima’, kalam, qira’ah, kitabah). Namun, implementasinya di pesantren menghadapi kendala seperti keterbatasan fasilitas, beban kerja guru, dan kurangnya pelatihan profesional. Rekomendasi diberikan untuk meningkatkan kapasitas guru dan mendukung implementasi pendekatan ini secara berkelanjutan di pesantren.
Copyrights © 2024