Urea molases multi-nutrien blok (UMMB) merupakan suplemen pakan untuk sapi perah yang terdiri atas bahan pengisi dan perekat. Perekat yang umum digunakan yakni semen. Namun, semen merupakan bahan anorganik yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan ternak. Sehingga penggunaannya harus disubtitusi dengan bahan organik seperti tepung tapioka karena memiliki sifat gelatinisasi yang baik. Pemanfaatannya sebagai substitusi semen perlu diuji melalui respon fisiologi, karena respon ini merupakan indikator tingkat kesehatan ternak. Tujuan penelitian ini adalah menguji respon fisiologis sapi perah Friesian Holstein (FH) yang disuplementasi UMMB mengandung perekat alami. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan Faktor A adalah waktu pengukuran: pagi (w1); siang (w2); dan sore (w3) dan Faktor B adalah level subtitusi semen:tepung tapioca: 100:0 (P0); 75:25 (P1); 50:50 (P2); 25:75 (P3); 0:100 (P4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor A berpengaruh (P<0,05) terhadap nilai fisiologis, dengan nilai tertinggi pada siang hari. Faktor B berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap frekuensi respirasi dan denyut jantung, dimana semakin tinggi level subtitusi, nilai fisiologis sapi perah semakin tinggi. Meskipun demikian, nilai fisiologis tersebut masih berada pada kisaran normal yakni suhu rektal (38,2–39,10°C), frekuensi respirasi (24-37 kali/menit), dan denyut jantung (58–84 kali/menit). Tidak ada interaksi antara Faktor A dan B menunjukkan bahwa waktu pengukuran dan substitusi tepung tapioka tidak berkaitan dalam mempengaruhi nilai fisiologi ternak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung tapioka untuk mensubstitusi seman sebagai bahan perekat alami hingga level 100%.
Copyrights © 2024