Salah satu indikator keberhasilan perguruan tinggi dalam mempersiapkan lulusannya adalah waktu tunggu kerja, yaitu durasi yang diperlukan lulusan untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan waktu tunggu kerja lulusan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM) dan menganalisis faktor-faktor penyebab yang memengaruhinya. Metode Support Vector Machine (SVM) digunakan untuk membangun model klasifikasi berdasarkan data tracer study lulusan FILKOM periode 2020–2023, yang mencakup variabel seperti program studi, lokasi pekerjaan, IPK, jenis kelamin, dan lama studi. Penelitian ini juga menerapkan metode Root Cause Analysis (RCA) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi serta memberikan solusi terhadap faktor-faktor penyebab utama waktu tunggu kerja yang lama.Hasil analisis menunjukkan bahwa metode SVM menghasilkan akurasi sebesar 74% dalam mengklasifikasikan waktu tunggu kerja. Berdasarkan analisis RCA dan FMEA, faktor risiko tertinggi yang memengaruhi waktu tunggu kerja adalah kurangnya pengalaman magang selama masa studi, lokasi pekerjaan di luar negeri yang memerlukan persyaratan tambahan, serta lama masa skripsi akibat minimnya konsultasi dosen-mahasiswa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya dalam mengoptimalkan program pengembangan karier lulusan untuk mempercepat waktu tunggu kerja dan meningkatkan kualitas lulusan.
Copyrights © 2025