Daerah penghasil kakao yang utama di Sulawesi Selatan adalah Kabupaten Luwu dan Luwu Utara, yang produksi rata-ratanya melebihi 20 ribu ton per tahun. Akan tetapi, produksi kakao saat ini mengalami penurunan yang cukup siginifikan dalam beberapa tahun belakangan ini. Permasalahan turunnya produksi biji kakao ini disebabkan oleh beberapa faktor permasalahan budidaya, hama dan penyakit, pengalihan komoditas, industri pengolahan yang belum dikembangkan dengan skala besar, dan pemenuhan standar ekspor. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan penerapan smart farming dengan integrasi digital berbasis artficial intelegence. Tujuan program pengabdian ini adalah untuk membuat aplikasi (all in) yang dapat digunakan untuk penanganan hama dan penyakit, informasi harga dan ketertelusuran pertanian kakao sehingga memenuhi standar ekspor. Aplikasi KakaoMu berbasis AI berhasil dikembangkan dan dapat digunakan sebagai salah satu solusi dalam menghadapi permasalahn pertanian kakao.
Copyrights © 2024