Building Information Modeling (BIM) merupakan teknologi yang semakin banyak digunakan dalam industri konstruksi untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi berbagai proses, termasuk perhitungan volume tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh implementasi BIM terhadap akurasi dan waktu perhitungan volume tanah pada proyek infrastruktur. Studi kasus dilakukan pada proyek penambahan lajur jalan tol di segmen Cikande – Serang Timur, di mana metode BIM dibandingkan dengan metode konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BIM mampu meningkatkan akurasi perhitungan volume tanah dengan deviasi rata-rata 3% lebih rendah dibandingkan metode konvensional. Selain itu, BIM juga mempercepat proses perhitungan, dengan pengurangan waktu sekitar 20% dibandingkan dengan metode tradisional. Faktor utama yang berkontribusi pada peningkatan ini adalah kemampuan BIM dalam mengotomatisasi proses dan mengurangi potensi kesalahan manusia. Kesimpulannya, implementasi BIM tidak hanya meningkatkan akurasi tetapi juga mengurangi waktu yang diperlukan untuk perhitungan volume tanah dalam proyek infrastruktur. Oleh karena itu, BIM direkomendasikan untuk diterapkan secara luas dalam manajemen proyek konstruksi, khususnya pada proyek-proyek yang memerlukan tingkat presisi dan efisiensi tinggi.
Copyrights © 2024