Penelitian ini menganalisis penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Semarang dengan menggunakan pengelompokan K-Means untuk mengidentifikasi pola dan karakteristik distribusi kasus. Studi ini bertujuan untuk menghasilkan peta digital yang menggambarkan zona risiko, yang membantu lembaga pemerintah dan kesehatan dalam mengalokasikan sumber daya secara efektif. Metodologi ini melibatkan tinjauan pustaka, desain sistem, pengumpulan data, dan pemrosesan. Algoritma K-Means memainkan peran penting dalam mengkategorikan wilayah berdasarkan indeks risiko untuk DBD, memfasilitasi identifikasi area berisiko tinggi. Temuan ini menggambarkan pentingnya sistem ini dalam meningkatkan pemantauan dan pengelolaan wabah DBD, memungkinkan identifikasi faktor penyebab yang lebih cepat dan pembuatan kebijakan yang lebih tepat untuk inisiatif kesehatan masyarakat di Semarang. Selain itu, karya ini merupakan referensi berharga untuk penelitian masa depan dalam konteks yang lebih luas.
Copyrights © 2024