Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, persepsi risiko lingkungan, dan toleransi risiko terhadap keputusan investasi generasi milenial di Indonesia. Generasi milenial dipilih karena mereka merupakan kelompok demografis dengan potensi besar dalam pasar modal, namun sering menghadapi tantangan dalam memahami risiko dan literasi keuangan. Penelitian ini relevan untuk memahami bagaimana faktor-faktor tersebut memengaruhi keputusan investasi dalam konteks pasar modal Indonesia yang dinamis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 141 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Responden merupakan individu berusia 27–43 tahun yang telah melakukan transaksi saham di pasar modal minimal satu kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan investasi (path coefficient = 0,12; t-statistic = 1,24). Sebaliknya, persepsi risiko lingkungan memiliki pengaruh positif dan signifikan (path coefficient = 0,34; t-statistic = 3,21), begitu pula dengan toleransi risiko (path coefficient = 0,41; t-statistic = 4,12). Temuan ini mengindikasikan bahwa generasi milenial lebih dipengaruhi oleh persepsi risiko dan kenyamanan mereka terhadap risiko dibandingkan dengan tingkat literasi keuangan dalam membuat keputusan investasi. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi lembaga keuangan dan regulator untuk meningkatkan edukasi investasi dengan mempertimbangkan faktor lingkungan dan toleransi risiko dalam menyusun strategi pemasaran dan kebijakan. Selain itu, edukasi literasi keuangan yang lebih terintegrasi dengan aspek risiko dapat membantu generasi milenial mengambil keputusan investasi yang lebih optimal.
Copyrights © 2024