Sari Pediatri
Vol 14, No 6 (2013)

Terapi Leukemia Mieloblastik Akut Anak: ProtokolAra-C, Doxorubycinedan Etoposide $'(YV0RGLÀNDVLNordic Society of Pediatric Hematology and Oncology(m-NOPHO)

Eddy Supriyadi (Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada/ RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta)
Ignatius Purwanto (Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada/ RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta)
Pudjo Hagung Widjajanto (Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada/ RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
16 Nov 2016

Abstract

Latar belakang. Pengobatan leukemia mieloblastik akut (LMA) telah banyak mengalami kemajuan. Di negara maju, keberhasilan pengobatan sudah mencapai 65%, sementara di Indonesia diperkirakan masih di bawah 10%.Tujuan.Mengetahui profil LMA mengevaluasi keberhasilan pengobatan. Metode.Dilakukan analisis terhadap catatan medis pasien LMA yang dirawat di bangsal anak Rumah Sakit Sardjito Jogjakarta pada tahun 1999-2011. Diagnosis ditetapkan berdasarkan analisis morfologi dan sitokimia terhadap apus sumsum tulang dan atau darah tepi. Analisis survivaldilakukan terhadap pasien yang diberi pengobatan dengan protokol ADE atau m-NOPHO. Hasil.didapatkan 210 pasien berumur 0–17 tahun yang didiagnosis LMA. Enampuluh delapan mendapat kemoterapi, 46 (32%) dengan protokol ADE, 91 (64%) dengan protokol m-NOPHO, dan 5 (4%) pasien diobati dengan protokol lain. Event Free Survival (EFS)setelah lima tahun pada pasien yang mendapat kemoterapi adalah 2,4%, pasien sesudah 4 tahun dengan protokol m-NOPHO (3,7% ± 2,3%), sedangkan semua pasien yang menggunakan protokol ADE meninggal sebelum 1,5 tahun pengamatan (p=0,005).Kesimpulan.Tingkat keberhasilan pengobatan LMA di RS Dr. Sardjito masih sangat rendah. Pengobatan dengan protokol m-NOPHO mempunyai tingkat keberhasilan yang lebih baik dibandingkan protokol ADE.

Copyrights © 2013