Banyak wanita muda mengalami nyeri selama menstruasi (dismenorea). Keluhan nyeri dapat berkisar dari ringan hingga berat. Penatalaksanaan dismenore yang kurang tepat akan mempengaruhi aktivitas dan kehadiran remaja putri di sekolah. Tidak hanya siswi yang dididik tentang dismenore, tetapi juga tenaga pendidik atau guru karena sekolah merupakan lokasi yang efektif karena anak menghabiskan banyak waktu di sana setiap hari. Tenaga pendidik sangat penting perannya dalam memberikan remaja pelatihan dan pengetahuan mengenai health promotion. Guru sendiri adalah orang kedua, setelah orang tua, yang menghabiskan waktu berbicara dan mendidik remaja putri tentang bidang kehidupan yang kritis ini. Tujuan dari kegiatan masyarakat ini adalah pada penanganan primer kesehatan remaja siswa di sekolah dengan memberikan pelatihan penatalaksanaan dismenore pada remaja metode non farmakologis. Kegiatan ini diselenggarakan dengan melakukan pendampingan pada para tenaga pendidik dalam menangani dismenorrea primer metode non farmakologis. Jumlah tenaga pendidik berjumlah 9 orang. Media pendampingan yaitu materi, video dan poster serta dilakukan pretest dan postest sebelumnya untuk melihat perubahan pada pengetahuan tenaga pendidik dalam menangani dismenorea. Terdapat peningkatan pengetahuan tentang penanganan dismenorea primer pasaca melakukan posttest. Setelah itu, tenaga pendidik melakukan edukasi dan penanganan pada 16 siswi SMP. Pendampingan ini dirasakan penting karena belum pernah diberikan sebelumnya.
Copyrights © 2024