Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) merupakan salah satu sumber penerimaan negara yang saat ini keberadaannya menjadi semakin penting. PNBP pasca produksi merupakan hasil reformasi kebijakan yang dihasilkan oleh KKP dalam rangka peningkatan pengelolaan perikanan nasional secara lebih efisien dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas layanan terhadap pelaksanaan kebijakan PNBP pasca produksi. Penelitian dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan responden yaitu pelaku usaha. Metode penentuan responden dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 60 orang. Analisis data menggunakan analisis gap lima aspek dimensi pelayanan. Pengolahan data analisis gap menggunakan perangkat lunak Microsoft excel. Hasil penelitian berupa informasi kesenjangan kualitas pelayanan melalui persepsi pelaku usaha terhadap penerapan PNBP pasca produksi di PPS Belawan. Hasil analisis gap menunjukkan bahwa terdapat gap yang cukup tinggi pada lima aspek dimensi pelayanan yang dianalisis. Dimensi yang perlu menjadi prioritas utama untuk perbaikan dalam hal kesiapan PPS Belawan dalam implementasi PNBP pasca produksi adalah dimensi tangible dengan nilai gap sebesar -0.80 yang berkaitan erat dengan kesiapan infrastruktur untuk mendukung penerapan PNBP pasca produksi. Urutan prioritas berikutnya adalah dimensi reliable, empathy, assurances, dan responsiveness.
Copyrights © 2024