Sari Pediatri
Vol 7, No 2 (2005)

Obstructive sleep apnea syndrome pada Anak

Bambang Supriyatno (Divisi Respirologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM,)
Rusmala Deviani (Divisi Respirologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM,)



Article Info

Publish Date
05 Dec 2016

Abstract

Obstructive Sleep Apnea Syndrome (OSAS) adalah suatu sindrom obstruksi total atauparsial jalan nafas yang menyebabkan gangguan fisiologis yang bermakna dengan dampakklinis yang bervariasi. Prevalensi OSAS adalah 0,7 – 10,3%. Beberapa keadaan dapatmerupakan faktor risiko OSAS seperti hipertofi adenoid dan atau tonsil, obesitas,disproporsi sefalometri, kelainan daerah hidung. OSAS pada anak berbeda dengan dewasabaik faktor risiko maupun tata laksananya. Manifestasi klinis OSAS pada anak adalahkesulitan bernafas pada saat tidur, mendengkur, hiperaktif, mengantuk pada siang hari,dan kadang-kadang enuresis. Diagnosis OSAS secara definitif menggunakanpolisomnografi yaitu adanya indeks apnea atau hipopnea lebih dari 5. Sebagai alternatifdiagnosis adalah menggunakan kuesioner Brouillette dkk, observasi dengan video, ataumenggunakan pulse oksimetri. Tata laksana OSAS pada anak adalah pengangkatanadenoid (adenoidektomi dan/atau tonsilektomi). Angka keberhasilannya cukup tinggiyaitu sekitar 75%. Selain itu diet untuk penurunan berat badan pada obesitas, sertapengunaan CPAP (continuous positive airway pressure). Komplikasi yang dapat terjadiadalah gangguan tingkah laku, kelainan kardiovaskular, dan gagal tumbuh.

Copyrights © 2005