Pemanasan global merupakan salah satu krisis iklim yang mempengaruhi perubahan iklim global. Pada tahun 2018 kadar CO2 di atmosfer mencapai angka 407,4 ppm dan tahun 2023 terdapat 7 bulan terhangat yang pernah tercatat. Ekosistem padang lamun memiliki fungsi yang penting, seperti kemampuan lamun untuk menyerap karbon dalam bentuk biomassa dan sedimen lamun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui estimasi simpanan karbon organik total dari biomassa dan sedimen lamun, serta perbandingan jumlahnya di dua tempat yaitu Pantai Pejarakan dan Gili Putih Sumberkima. Penelitian ini menggunakan metode Loss on Ignition (LOI) dengan analisis data dilakukan secara deskriptif meliputi analisis karbon organik total. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 2 jenis lamun pada setiap stasiunnya. Jenis yang mendominasi stasiun 1 adalah Halodule uninervis dan Halophila minor. Jenis yang mendominasi stasiun 2 adalah Cymodocea rotundata dan Enhalus acoroides. Secara berturut-turut total stok karbon biomassa lamun pada stasiun 1 dan 2 yaitu 1,97 Mg C/ha dan 32,19 Mg C/ha dan pada sedimen sebesar 0,444 Mg C/ha dan 0,536 Mg C/ha. Perbandingan dari jumlah estimasi stok karbon menunjukan Gili Putih Sumberkima memiliki jumlah stok karbon yang lebih besar baik dari biomassa maupun sedimen.
Copyrights © 2024