Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Estimasi Stok Karbon Lamun Menggunakan Metode Loss on Ignition (LOI) di Pantai Pejarakan dan Gili Putih Sumberkima, Bali Abdurohman, Aufa Syakira; Assajid, Lathif Akmal; Hamidah, Sulis; Fahrezi, Zikri; Azriel, Javier Malik; Perta, Diva; Arfiyan, Wahyu Nur; Haryati, Ani; Agustiadi, Teguh; Triyulianti, Iis
MAIYAH Vol 3 No 4 (2024): Maiyah : Vol. 3 No. 4 Desember 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2024.3.4.14322

Abstract

Pemanasan global merupakan salah satu krisis iklim yang mempengaruhi perubahan iklim global. Pada tahun 2018 kadar CO2 di atmosfer mencapai angka 407,4 ppm dan tahun 2023 terdapat 7 bulan terhangat yang pernah tercatat. Ekosistem padang lamun memiliki fungsi yang penting, seperti kemampuan lamun untuk menyerap karbon dalam bentuk biomassa dan sedimen lamun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui estimasi simpanan karbon organik total dari biomassa dan sedimen lamun, serta perbandingan jumlahnya di dua tempat yaitu Pantai Pejarakan dan Gili Putih Sumberkima. Penelitian ini menggunakan metode Loss on Ignition (LOI) dengan analisis data dilakukan secara deskriptif meliputi analisis karbon organik total. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 2 jenis lamun pada setiap stasiunnya. Jenis yang mendominasi stasiun 1 adalah Halodule uninervis dan Halophila minor. Jenis yang mendominasi stasiun 2 adalah Cymodocea rotundata dan Enhalus acoroides. Secara berturut-turut total stok karbon biomassa lamun pada stasiun 1 dan 2 yaitu 1,97 Mg C/ha dan 32,19 Mg C/ha dan pada sedimen sebesar 0,444 Mg C/ha dan 0,536 Mg C/ha. Perbandingan dari jumlah estimasi stok karbon menunjukan Gili Putih Sumberkima memiliki jumlah stok karbon yang lebih besar baik dari biomassa maupun sedimen.
Screening Aktivitas Antibakteri Isolat Bakteri Endofit Mangrove dari Kawasan Mangrove Karangsong, Indramayu Hanafi, Hanafi; Atika, Salwa; Amrulloh, Muhamad; Nugraha, Felda Shafira; Purnamasari, Yun; Assajid, Lathif Akmal; Riyanti, Riyanti
Journal of Marine Research Vol 15, No 2 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i2.50891

Abstract

Multidrugs Resistance (MDR) adalah sebuah kasus dimana bakteri memiliki kemampuan resistensi terhadap beberapa antibiotik. Permasalahan ini akan menjadi semakin kronis hingga diprediksi akan terjadi 10 juta kematian sampai tahun 2050. Oleh karena itu, diperlukan eksplorasi senyawa antibiotik yang mampu melawan bakteri patogen yang telah memiliki resistensi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik dan potensi aktivitas antibakteri melalui perbedaan metode uji antibakteri dan media kultur dari bakteri endofit mangrove jenis Avicennia sp. dan Rhizophora sp. terhadap bakteri patogen Escherichia coli K12, Micrococcus luteus ATCC 4698, dan Bacillus megaterium DSM32. Penelitian menggunakan metode eksperimental untuk menguji optimasi perbedaan media kultur dan metode uji antibakteri, yaitu media TSA dan PDA serta metode agar plug dan kertas cakram. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa zona inhibisi yang diproduksi menggunakan metode agar plug berkategori sangat kuat (AA6T, AA5P,dan AA28P sebesar 37,35 mm, dan 30 mm terhadap B. megaterium serta 24,5 mm terhadap M. luteus), kuat (AA9P & AA9T sebesar 13.7 dan 11,3 mm terhadap B. megaterium), sedang (AR13P & AR13T sebesar 9,7 mm terhadap B. megaterium), dan lemah (AA7P & DA10T sebesar 3 dan 2,1 mm terhadap B. megaterium)  sedangkan pada metode difusi kertas cakram hanya berkategori lemah (DR4P dan AA8T sebesar 5,05 mm dan 5,75 terhadap B. megaterium). Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan bahwa isolat bakteri endofit mangrove jenis Avicennia sp. dan Rhizophora sp. memiliki potensi sebagai sumber senyawa antibakteri dan zona inhibisi yang diproduksi lebih besar menggunakan metode difusi agar plug serta perbedaan media akan berpengaruh terhadap zona inhibisi yang diproduksi.Multidrug Resistance (MDR) is a case where bacteria have the ability to resist multiple antibiotics. This problem will become increasingly chronic until it is predicted that there will be 10 million deaths by 2050. Therefore, it is necessary to explore antibiotic compounds that are able to against pathogenic bacteria that already have resistance.The purpose of this study was to determine the characteristics and antibacterial potential of mangrove endophytic bacteria isolated from Avicennia sp. and Rhizophora sp. using different antibacterial test methods and culture media, against the pathogenic bacteria Escherichia coli coli K12, Micrococcus luteus ATCC 4698, and Bacillus megaterium DSM32. Experimental method was applied to test the optimization of different culture media and antibacterial test methods, namely TSA and PDA media as well as agar plug and paper disc methods. The results of this study revealed that the inhibition zones produced using the agar plug method were categorized as very strong (AA6T, AA5P, and AA28P by 37.35 mm, and 30 mm against B. megaterium and 24.5 mm against M. luteus), strong (AA9P & AA9T by 13.7 and 11.3 mm against B. megaterium), moderate (AA9P & AA9T by 13.7 and 11.3 mm against M. luteus), and strong (AA9P & AA9P by 13.3 mm against B. megaterium). megaterium), moderate (AR13P & AR13T by 9.7 mm against B. megaterium), and weak (AA7P & DA10T by 3 and 2.1 mm against B. megaterium) while in the disc paper diffusion method only categorized as weak (DR4P and AA8T by 5.05 mm and 5.75 against B. megaterium). Mangrove endophytic bacterial isolates of Avicennia sp. and Rhizophora sp. have potential as a source of antibacterial compounds and the inhibition zone produced is greater using the agar plug diffusion method and differences in media will affect the inhibition zone produced.