Sari Pediatri
Vol 7, No 3 (2005)

Peran Eritropoetin pada Anemia Bayi Prematur

Lily Rahmawati (Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara/ RSUP H.Adam Malik)
Bidasari Lubis (Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara/ RSUP H.Adam Malik)



Article Info

Publish Date
05 Dec 2016

Abstract

Anemia sering terjadi pada bayi prematur, ditandai oleh penurunan nilai hematokrit,retikulosit dan kadar eritropoetin endogen rendah. Di Amerika Serikat, 60-80% bayiberat lahir sangat rendah (BBLSR) mengalami anemia dan membutuhkan transfusi seldarah merah berulang sehingga mempunyai risiko terjadi komplikasi penularan penyakit.Salah satu upaya menurunkan kebutuhan transfusi tersebut dengan pemberianeritropoetin eksogen yaitu recombinant human eritropoietin (r-HU EPO) yang berfungsimerangsang proliferasi, diferensiasi dan maturasi sel darah merah dalam sumsum tulang.Walaupun pada bayi prematur dijumpai kadar eritropoetin yang sangat rendah, namunprogenitor eritroid tetap sensitif terhadap eritropoetin eksogen. Pemberian r-HU EPOdapat meningkatkan eritropoesis sehingga bermanfaat mengurangi kebutuhan transfusipada anemia bayi prematur. Pemberian dalam dosis cukup pada usia dini, suplementasipreparat besi dan protein mempunyai efektifitas yang baik. Berbagai penelitian terhadappenggunaan r-HU EPO pada anemia bayi prematur telah dilakukan tetapi belum adakesepakatan mengenai protokol pemberian, termasuk waktu, dosis, cara, dan durasipemberian. [

Copyrights © 2005