Kota Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta, Sebagai kota besar Surabaya terkenal sebagai kota metropolitan, dimana setiap tahunnya pasti terjadi peningkatan kepadatan penduduk. Seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang semakin tinggi maka masalah yang terjadi semakin kompleks. Adanya kepadatan penduduk yang tinggi dan padat dibeberapa wilayah mendekati pusat kota menyebabkan terciptanya permukiman yang kumuh. Penyebab munculnya perumahan dan permukiman kumuh di surabaya ialah pertumbuhan penduduk, mobilitas penduduk, urbanisasi, dan masyarakat berpenghasilan rendah. Pemerintah Kota Surabaya berupaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan melakukan program perbaikan rumah tidak layak huni. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan implementasi program perbaikan rumah tidak layak huni dalam mengatasi permukiman kumuh di Kelurahan Asemrowo. Dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Berfokus pada: (1) Kesesuaian program dengan kelompok sasaran; (2) Kesesuaian program dengan organisasi pelaksana; dan (3) Kesesuaian kelompok sasaran dengan organisasi pelaksana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi program perbaikan rumah tidak layak huni sudah berjalan dengan cukup baik karena dari setiap indikator memiliki kesesuaian meskipun masih terdapat beberapa hambatan.
Copyrights © 2024