Program makan siang gratis yang diluncurkan pemerintah bertujuan untuk meningkatkan gizi anak sekolah, ibu hamil, dan balita. Namun, program ini menghadapi tantangan signifikan, termasuk potensi beban fiskal yang tinggi, risiko pemborosan, dan kendala distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami respons masyarakat terhadap program tersebut melalui analisis sentimen pada platform X (Twitter) menggunakan model BERT, indolem/indobert-base-uncased. Data sebanyak 1.739 tweet dianalisis setelah melalui proses pengumpulan, preprocessing, tokenisasi, pelatihan, dan evaluasi model. Hasil eksperimen menunjukkan hasil akurasi prediksi sentimen menggunakan deep learning sebesar 86,2%, precision 86,4%, recall 76,1%, dan f1-score 80,9%. Analisis sentimen mengungkapkan bahwa sentimen negatif mendominasi, dengan mayoritas pengguna menunjukkan skeptisisme terhadap efektivitas dan keberlanjutan program. Temuan ini memberikan wawasan penting mengenai persepsi publik yang dapat menjadi masukan untuk peningkatan implementasi kebijakan.
Copyrights © 2024