Sari Pediatri
Vol 16, No 6 (2015)

Faktor Risiko Hiperkoagulasi pada Thalassemia Anak

Ridha Kurnia Tejasari (Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin, Bandung)
Lelani Reniarti (Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin, Bandung)
Sjarif Hidajat Effendi (Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin, Bandung)



Article Info

Publish Date
09 Nov 2016

Abstract

Latar belakang. Hiperkoagulasi merupakan salah satu komplikasi thalassemia yang telah terjadi sebelummanifestasi klinis ditemukan pada thalassemia anak. Sampai saat ini belum pernah ada penelitian khususmengenai faktor risiko hiperkoagulasi pada thalassemia anak.Tujuan. Menentukan faktor risiko hiperkoagulasi pada thalassemia anak.Metode. Desain penelitian potong lintang dilakukan sejak bulan Maret hingga April 2014 terhadap 87 subjekdi Poliklinik Thalassemia Anak RSHS Bandung. Hiperkoagulasi diketahui berdasarkan tromboelastografi(TEG), apabila ditemukan minimal 2 dari 4 parameter terpenuhi dengan atau tanpa nilai CI lebih dari 3.Analisis statistik faktor risiko dengan uji chi-square/Fisher dan regresi logistik.Hasil. Prevalensi hiperkoagulasi thalassemia anak di RSHS Bandung 70% (61 subjek). Usia termudahiperkoagulasi positif adalah 5 tahun. Faktor risiko hiperkoagulasi thalassemia anak yang bermakna adalahpeningkatan jumlah trombosit (p=0,002; RP1,08; IK95%:1,003−1,013), sedangkan variabel lainnyatidak berhubungan. Pasien pascasplenektomi sejumlah 9 subjek dengan kadar trombosit >500.000 mm3.Hiperkoagulasi positif dapat memiliki jumlah trombosit yang meningkat dan/atau gangguan fungsi trombositberdasarkan TEG.Kesimpulan. Peningkatan jumlah trombosit merupakan faktor risiko hiperkoagulasi thalassemia anak diRSHS Bandung

Copyrights © 2015