Sari Pediatri
Vol 17, No 2 (2015)

Faktor Risiko Non-genetik Inhibitor Faktor VIII pada Pasien Hemofilia A

Ahmad Saifudin (Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung)
Harry Raspati Achmad (Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung)
Lelani Reniarti (Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung)



Article Info

Publish Date
08 Nov 2016

Abstract

Latar belakang. Terbentuknya inhibitor atau antibodi terhadap FVIII pada pasien hemofilia A menyebabkan FVIII eksogen yangdiberikan tidak dapat berfungsi. Penyebab bersifat multifaktorial terdiri atas faktor genetik dan lingkungan. Beberapa penelitian telahdilakukan untuk mengetahui faktor risiko terbentuknya inhibitor, akan tetapi masih terdapat pendapat yang kontroversial.Tujuan. Menentukan faktor risiko non-genetik inhibitor faktor VIII pada pasien hemofilia A.Metode. Penelitian desain potong lintang pada pasien hemofilia A yang terdaftar pada Himpunan Masyarakat Hemofilia JawaBarat dari bulan Desember 2012–Juni 2013. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi-kuadrat dan uji t.Hasil. Terdapat 85 pasien hemofilia A yang mendapat terapi koate®. Prevalensi inhibitor 81,13% (69/85), usia inhibitor positif9,96 (6,49) tahun dan inhibitor negatif 8,69 (3,87) tahun. Hubungan faktor risiko usia pertama kali mendapat terapi, jenishemofilia A, riwayat operasi, dan frekuensi terapi dengan inhibitor faktor VIII pada pasien hemofilia A berturut-turut adalahp=0,512; p=0,202; p=0,663; p=0,276.Kesimpulan. Faktor risiko non-genetik tidak berhubungan dengan inhibitor faktor VIII pada pasien hemofilia A.

Copyrights © 2015