Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi fermentasi tepung maggot dalam pakan buatan terhadap kesehatan ikan nila. Kandungan kitin (biopolymer rantai Panjang dari N-asetil D-glukosamin) mampu mengikat N dan asam amino penyusun protein sehingga protein menjadi sulit dicerna oleh tubuh ikan. Metode fermentasi berhasil menurunkan kandungan kitin yang terdapat dalam tepung maggot sebesar 8,34%. Berdasarkan hasil uji analisis proksimat dari tepung maggot yang sudah difermentasi memiliki nilai gizi yang lebih baik daripada nilai gizi dari tepung maggot tanpa fermentasi. Nilai gizi dari tepung maggot sebelum fermentasi adalah protein kasar (25.44%), lemak kasar (9.32%), kadar air (7.43%), abu (12.82%), berat kering (92.56%) dan serat kasar (4.77%) sedangkan untuk nilai gizi dari tepung maggot setelah difermentasi adalah protein kasar (27.29%), lemak kasar (12.58%), kadar air (6.61%), abu (13.02%), berat kering (93.38%) dan serat kasar (3.11%). Pengujian kualitas air juga dilakukan pada media budidaya ikan nila, dan nilai kualitas air dalam kondisi normal dengan nilai suhu (25-32oC), DO 6.8 – 10.35 mg/L), pH 7, nitrat (12.5 – 13 mg/L) nitrit (90.3-1.1 mg/L) dan ammonium (0.25-5 mg/L). Formulasi pakan B (TMF 25%) memiliki nilai gizi paling optimum yaitu protein kasar (25,51%), lemak kasar (11,87%), kadar air (4,67%), abu (12,54%), berat kering (95,33%) dan serat kasar (11,49%). Berdasarkan pemeriksaan kesehatan ikan didapatkan hasil ADG sebesar 1 g/hari, SGR sebesar 25%, efisiensi pakan sebesar 40
Copyrights © 2024