Abstrak – Dalam sebuah jaringan diperlukan sebuah alamat dalam bentuk IP Address. Penelitian ini akan membandingkan kedua versi IP yang ada yaitu IPv4 dan IPv6 pada mekanisme antrian sehingga dapat memberi gambaran apa pengaruh performa pada manajemen jaringan secara spesifik yaitu pada bandwidth, latency, dan packet loss. Mekanisme Antrian dalam jaringan merupakan proses bagaimana paket-paket data yang akan dikirim dari asal paket seperti server menuju ke klien yang meminta, metode antrian Class Based Weighted Fair Queuing (CBWFQ) merupakan metode Mekanisme antrian yang menggunakan metode Class Based Queuing untuk memilah paket data yang sudah ditentukan user seperti protokol TCP dan ICMP serta Weighted Fair Queuing sebagai penjadwal pengiriman paket data. Proses untuk melakukan analisis menggunakan Network Development Life Cycle (NDLC) yaitu melakuan analisis, desain, simulasi prototype, implementasi, monitoring, dan manajemen pada sebuah jaringan. Pada IPv4 bandwidth yang digunakan lebih tinggi daripada IPv6, tetapi IPv6 lebih konsisten pada penggunaan bandwidth.Sementara pada latency perbedaannya hampir satu milisecond dan tidak didapati terdapatnya packet loss. Penggunaan rata-rata bandwidth pada IPv4 adalah 94.315 Mbits/sec sementara pada IPv6 adalah 92.9625 Mbits/sec, rata-rata latency IPv4 adalah 11.65 milisecond sementara pada IPv6 adalah 12.4 milisecond. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sebuah acuan dalam transisi perubahan dari IPv4 menjadi IPv6 dalam jaringan yang telah diatur dengan Mekanisme Antrian.
Copyrights © 2024