BNKP Church in Pekanbaru City faces challenges in prioritizing evangelism and social service missions amidst urbanization and economic pressures. Church services focus more on physical development and categorical programs, while the evangelism mission program has not been implemented optimally. This study elaborates on the tentmaking model as a solution to overcome this gap, referring to the strategy of the Apostle Paul in the Acts of the Apostles. Through a qualitative approach and in-depth literature study, as well as participant observation in Gereja BNKP Pekanbaru City, the findings show that the tentmaking model allows church leaders to be directly involved in secular work, create more authentic connections with the local community, and carry out missions sustainably without relying on external support. As a result, this strategy is relevant and applicable to strengthening evangelism and congregation empowerment services in an urban context. Abstrak Gereja BNKP Kota Pekanbaru menghadapi tantangan dalam memprioritaskan misi penginjilan dan pelayanan sosial di tengah dinamika urbanisasi dan tekanan ekonomi. Pelayanan gereja lebih terfokus pada pengembangan fisik dan program kategorial, sementara program misi penginjilan belum terlaksana secara optimal. Kajian ini mengelaborasi model tentmaking sebagai solusi untuk mengatasi kesenjangan tersebut, merujuk pada strategi Rasul Paulus dalam Kisah Para Rasul. Melalui pendekatan kualitatif dan studi literatur yang mendalam, serta observasi partisipatif di Gereja BNKP Kota Pekanbaru, temuan menunjukkan bahwa model tentmaking memungkinkan pemimpin gereja untuk terlibat langsung dalam pekerjaan sekuler, menciptakan koneksi yang lebih otentik dengan masyarakat setempat, dan menjalankan misi secara berkelanjutan tanpa bergantung pada dukungan eksternal. Hasilnya, strategi ini bukan hanya relevan tetapi juga aplikatif untuk memperkuat pelayanan penginjilan dan pemberdayaan jemaat dalam konteks urban.
Copyrights © 2023