This article maps a challenge for Christian teenagers living their calling in the digital space. Existence in the digital world that is vulnerable to disruption demands a spiritual formation for teenagers to actualize themselves without reducing natural things. This study offers a construction of Christian education that can shape a religious spirit in the digital space. By using various kinds of literature that map the formation of spiritual education in the digital world through descriptive Christian education, the results obtained show the need for digital church spirituality for Christian teenagers. In conclusion, the formation of spiritual education for teenagers in the frame of churching in the digital space can be built through adaptive and responsive Christian education. Abstrak Artikel ini memetakan sebuah tantangan bagi remaja Kristen dalam menghidupi panggilannya di ruang digital. Keberadaan di dunia digital yang rentan dengan disrupsi menuntut sebuah formasi spiritual remaja untuk mengaktualisasi dirinya tanpa harus mereduksi hal-hal yang natural. Tujuan penelitian ini adalah menawarkan sebuah konstruksi pendidikan kristiani yang dapat membentuk spirit beragama di ruang digital. Dengan mempergunakan berbagai literatur yang memetakan formasi pendidikan spiritual di dunia digital melalui pendidikan kristiani secara deskriptif, maka diperoleh hasil yang memperlihatkan kebutuhan spiritualitas menggereja secara digital bagi para remaja Kristen. Simpulannya, formasi pendidikan spiritual remaja dalam bingkai menggereja di ruang digital dapat dibangun melalui pendidikan kristiani yang adaptif dan responsif.
Copyrights © 2024