Kebudayaan merupakan warisan genetik yang harus dilestarikan terutama oleh generasi muda bangsa. Budaya adalah suatu hal yang kompleks yang mencakup kesenian, perilaku sosial dan lain-lainnya. Dengan banyaknya budaya di Indonesia di era globalisasi saat ini jtidak menutup kemungkinan budaya kurang di lestarikan oleh masyarakat khususnya anak-anak muda. Untuk membangun pusat kebudayaan di Kabupaten Tulungagung diperlukan penerapan arsitektur dengan ciri khas daerah. Proses perancangan ini melibatkan tema arsitektur dekonstruksi teori Peter Eisenman melalui prinsip displacement dengan metode perancangan berbasis konsep menurut plowright digunakan untuk menciptakan desain yang unik yang menggabungkan berbagai konteks meliputi lokasi dan budaya setempat. Hasil dari perancangan pusat Kebudayaan di Kabupaten Tulungagung diharapkan dapat menghasilkan bangunan arsitektural yang mencerminkan karakter seluruh wilayah dan memberikan identitas serta manfaat yang signifikan bagi masyarakat setempat sehingga kebudayaan Kabupaten Tulungagung dapat terus dilestarikan dan dinikmati oleh semua kalangan tanpa adanya perbedaan usia.
Copyrights © 2024