Para ulama klasik dan kontemporer telah membahas kajian Al-Quran dalam berbagai bidang, dan banyak upaya telah dilakukan untuk memahami isinya dari berbagai bahasa. Dunia tafsir Al-Quran umumnya didominasi oleh ulama laki-laki, namun tidak berarti perempuan tidak memiliki kontribusi dalam dunia pendidikan Islam khususnya pada ranah penafsiran Al-Quran di masa lalu dan sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perempuan sebagai mufassir serta kontribusi mereka dalam pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tehnik analisis data yang bersifat desktiptif-analitik. Hasil dalam penelitian ini menemukan bahwa peran perempuan sebagai mufassir sangat penting dalam memperkaya pemahaman terhadap teks suci Islam. Para mufassir perempuan yang telah memberikan kontribusi dalam dunia pendidikan Islam dari abad kedelapan belas hingga saat ini di antaranya Zayb al-Nisā’ al-Makir; Nusret Begüm Emin; ‘Ᾱishah ‘Abd al-Raḥmān; Zainab al-Ghazāli; Nā’ilah Hāshim Ṣabrī; Hannān al-Lahhām; Semra Kürün Çekmegil; Fevkiyye Ibrahim al-Sirbini; Kamilah binti Muhammad al-Kawari; Miyadah binti Kamil al-Madi; Amina Wadud; Hibah Rouf Izzat; dan Ulfa Yousef. Nama-nama mereka mungkin tidak sebanyak jumlah mufassir laki-laki, namun mereka telah membantu mempromosikan kesetaraan gender, memperbarui praktik keagamaan, dan memperkaya pendidikan Islam dengan perspektif yang lebih beragam
Copyrights © 2024