Harahap, Alwi Padly
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN PEREMPUAN SEBAGAI MUFASSIR DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM Harahap, Alwi Padly; Wahyuni, Ari Mayang
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 7, No 1 (2024): JANUARI - JUNI
Publisher : Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UINSU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ias.v7i1.22548

Abstract

Para ulama klasik dan kontemporer telah membahas kajian Al-Quran dalam berbagai bidang, dan banyak upaya telah dilakukan untuk memahami isinya dari berbagai bahasa. Dunia tafsir Al-Quran umumnya didominasi oleh ulama laki-laki, namun tidak berarti perempuan tidak memiliki kontribusi dalam dunia pendidikan Islam khususnya pada ranah penafsiran Al-Quran di masa lalu dan sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perempuan sebagai mufassir serta kontribusi mereka dalam pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tehnik analisis data yang bersifat desktiptif-analitik. Hasil dalam penelitian ini menemukan bahwa peran perempuan sebagai mufassir sangat penting dalam memperkaya pemahaman terhadap teks suci Islam. Para mufassir perempuan yang telah memberikan kontribusi dalam dunia pendidikan Islam dari abad kedelapan belas hingga saat ini di antaranya Zayb al-Nisā’ al-Makir; Nusret Begüm Emin; ‘Ᾱishah ‘Abd al-Raḥmān; Zainab al-Ghazāli; Nā’ilah Hāshim Ṣabrī; Hannān al-Lahhām; Semra Kürün Çekmegil; Fevkiyye Ibrahim al-Sirbini; Kamilah binti Muhammad al-Kawari; Miyadah binti Kamil al-Madi; Amina Wadud; Hibah Rouf Izzat; dan Ulfa Yousef. Nama-nama mereka mungkin tidak sebanyak jumlah mufassir laki-laki, namun mereka telah membantu mempromosikan kesetaraan gender, memperbarui praktik keagamaan, dan memperkaya pendidikan Islam dengan perspektif yang lebih beragam
Golput Dalam Tinjauan Hadis Siregar, Muhammad Nuh; Harahap, Alwi Padly; Siregar, Rois Hamid
SHAHIH (Jurnal Ilmu Kewahyuan) Vol 7, No 2 (2024): SHAHIH (Jurnal Ilmu Kewahyuan) Jul-Des 2024
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/shh.v7i2.23125

Abstract

The phenomenon of abstention can be identified with voting behavior, because voting behavior itself in political science is defined as the participation of citizens in general elections whether they choose to exercise their right to vote or not. This research aims to find out abstentions in hadith reviews. The application of qualitative methods is used to critically analyze the arguments surrounding hadith which are closely related to the abstention phenomenon. The results of this research show that leadership in Islam is very important. This can be seen from the many verses of the Koran and hadith that explain leadership. That power is the ruler who makes Islamic law the highest law that governs the country. The existence of Islamic law would not be important if it only existed in the writings of Islamic legal experts. Thus Islamic law requires a ruler who implements it. The appointment of a ruler who is committed to the implementation of Islamic law is chosen by democratic voting. A person's right to vote will be very important in determining leadership. For this reason, abstention is not permitted in Islamic law.