Ketimpangan ruang di Ternate, sebagai salah satu kota strategis di Maluku Utara, mencerminkan perbedaan akses terhadap infrastruktur, pendidikan, dan layanan kesehatan. Faktor geografis, keterbatasan infrastruktur digital, dan kapasitas sumber daya manusia menjadi hambatan utama dalam pembangunan inklusif di wilayah ini. Teknologi geografis seperti GIS, remote sensing, dan PGIS menawarkan solusi potensial untuk mengurangi ketimpangan spasial melalui pemetaan wilayah prioritas dan pengambilan keputusan berbasis data. Teknologi juga dapat diterapkan pada sektor pendidikan, pariwisata, dan transportasi untuk meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi layanan. Namun, keberhasilan implementasi teknologi ini membutuhkan penguatan infrastruktur digital, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan kolaborasi lintas sektoral. Studi ini menegaskan pentingnya integrasi teknologi dalam kebijakan pembangunan untuk menciptakan keadilan spasial, mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Ternate, terutama bagi komunitas yang terpinggirkan
Copyrights © 2024