Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi penanaman nilai toleransi peserta didik terhadap anak berkebutuhan khusus melalui program inklusi di SMP Negeri 7 Jakarta, serta mengkaji konsep penanaman nilai toleransi yang diterapkan oleh guru Pendidikan Pancasila. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Partisipan penelitian meliputi enam peserta didik, satu guru Pendidikan Pancasila, dan satu wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dengan konfirmasi temuan melalui expert opinion dari dosen Pendidikan Luar Biasa UNJ. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program inklusi sekolah, seperti sosialisasi anti-perundungan, kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema anti-bullying, serta pelaporan daring, mendukung penanaman nilai toleransi. Pembelajaran Pendidikan Pancasila juga berkontribusi melalui keteladanan, pembiasaan, dan penguatan nilai-nilai karakter. Penanaman nilai toleransi ini mendorong terciptanya lingkungan sekolah inklusif yang menghargai keberagaman. Kesimpulannya, penanaman nilai toleransi peserta didik terhadap anak berkebutuhan khusus diwujudkan melalui sikap saling menghargai, semangat persaudaraan, dan pembiasaan terhadap perbedaan, yang menjadi indikator utama tercapainya harmoni di sekolah inklusif.
Copyrights © 2024