Pendidikan yang berkualitas merupakan kunci dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, namun fenomena kecurangan akademik semakin marak di kalangan mahasiswa. Kecurangan ini, yang meliputi menyalin tugas, menggunakan catatan saat ujian, dan plagiarisme, sering kali dipicu oleh tekanan untuk mendapatkan nilai tinggi demi mencapai pekerjaan impian. Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kecurangan akademik melalui pendekatan Teori Fraud Hexagon, yang mencakup tekanan, kesempatan, rasionalisasi, kemampuan, arogansi, dan kolusi. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa faktor-faktor ini hanya mampu menjelaskan sebagian kecil dari perilaku kecurangan. Dengan menggunakan variabel yang lebih komprehensif, diharapkan penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai perilaku kecurangan akademik dan faktor-faktor yang mendasarinya, serta membuka jalan bagi pengembangan solusi untuk mengatasi masalah ini dalam dunia pendidikan.
Copyrights © 2024