Proyek pembangunan konstruksi yang semakin marak. Selaras dengan teknologi yang digunakan di dunia konstruksi juga semakin berkembang dan berinovasi. Inovasi yang dilakukan bertujuan pada efisiensi yang bisa dilakukan pada biaya, material dan waktu. Permasalahan utama sebuah konstruksi adalah waste material ialah semen, pasir dan baja tulangan. Mengatasi waste baja tulangan digunakan persamaan integer linear programming yang berfokus untuk pengoptimalan waste dan sisa material dengan mendapatkan pola pemotongan tulangan yang alternatif dengan waste paling minim. Proses pengoptimalisasian ini akan dibantu dengan software QM for Windows, untuk mendapatkan persamaan linier atau nilai X awal. Dilanjutkan proses menggunakan metode up and down dibantu dengan aplikasi excel untuk mendapatkan persamaan integer linear dan menghasilkan nilai X dengan waste paling minimum. Data yang digunakan ialah bar bending schedule pada pekerjaan kolom, balok, pilecap dan sloof dengan diameter D10, D13, D16, D19, D22 dan D25. Data yang akan dijadikan alternatif merupakan pola pemotongan baja tulangan. Setelah dilakukan proses optimalisasi kebutuhan baja tulangan dari keseluruhan diameter ialah 38.119 lonjor atau 717.300 kg dengan waste sebanyak 12.740 kg atau 1.776%.
Copyrights © 2024