Claim Missing Document
Check
Articles

PENILAIAN RISIKO FINANSIAL DENGAN MENGGUNAKAN SIMULASI MONTE CARLO (Studi Kasus Gedung STIKES Maharani Malang) Kamandang, Zetta Rasullia; Unas, Saifoe El; Negara, Kartika Puspa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.856 KB)

Abstract

Dalam menjalankan bisnis usaha konstruksi diperlukan manajemen risiko sehingga perusahaan konstruksi dapat terhindar dari kerugian-kerugian yang bisa terjadi di kemudian hari, utamanya kerugian finansial. Salah satu hal yang dapat menimbulkan kerugian finansial adalah kesalahan saat penyusunan rencana anggaran biaya (RAB). Untuk menghitung estimasi RAB proyek dengan tidak mengurangi analisis manajemen risiko maka dapat digunakan simulasi Monte Carlo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui estimasi biaya proyek pembangunan Gedung Stikes Maharani Malang untuk setiap tinjauan prestasi pekerjaan 25%, 50%, 75% dan 100% berdasarkan simulasi Monte Carlo dengan menggunakan software Microsoft Excel dan Matrix Laboratory (MATLAB). Simulasi Monte Carlo merupakan penerapan metode Monte Carlo yang bertujuan untuk menganalisis perambatan ketidakpastian. Simulasi Monte Carlo melibatkan penggunaan angka acak (angka random) untuk memodalkan sistem sehingga pada penelitian ini digunakan dua software untuk menentukan angka random yaitu Microsoft Excel dan MATLAB dimana angka random yang diambil merupakan angka diantara nilai minimum dan maksimum setiap jenis pekerjaan yang dilakukan di proyek dan dilakukan pengulangan sesuai dengan jumlah iterasi yang terjadi dengan relative error 2% untuk kemudian dianalisis grafik frekuensi dan distribusi normalnya. Hasil perhitungan untuk setiap tinjauan prestasi pekerjaan 25%, 50%, 75% dan 100% dengan Microsoft Excel didapatkan hasil Rp.551.595.027,00, Rp.1.314.281.050,00, Rp.1.979.274.780,00 dan Rp.2.749.950.172,00. Sedangkan hasil perhitungan MATLAB adalah Rp.602.271.117,00, Rp.1.310.689.823,00, Rp.1.980.164.824,00 dan  Rp.2.740.729.439,00. Hasil tersebut merupakan nilai rerata dari grafik frekuensi dan distribusi normal dan menunjukkan peluang terbesar dana yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mencapai prestasi pekerjaan yang ditinjau. Berdasarkan perhitungan dua software tersebut tidak terdapat perbedaan hasil yang besar dan kesalahan relatif cenderung kecil yaitu dibawah 1% kecuali untuk perhitungan pada tinjauan prestasi 25% dimana kesalahan relatifnya mencapai angka 8%.       Kata Kunci: simulasi Monte Carlo, penilaian risiko finansial, angka random, manajemen risiko finansial
EVALUASI PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DENGAN E-PROCUREMENT DI KOTA MALANG DITINJAU DARI Indrayana, Alifadri; Unas, Saifoe El; Munawir, As'ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.553 KB)

Abstract

E-procurement dilatarbelakangi oleh kelemahan-kelemahan pengadaan dengan sistem konvensional yang dilakukan dengan langsung mempertemukan pihak-pihak yang terkait pengadaan, sehingga pemerintah mengeluarkan Perpres 54 Tahun 2010. E-procurement merupakan proses pengadaan barang/jasa yang pelaksanaannya dilakukan secara elektronik. Pada penerapannya selama ini belum diketahui apakah pekerjaan konstruksi dengan e-procurement di Kota Malang sudah sesuai dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Dimana objek penelitian ini adalah responden yang melaksanakan pengadaan pekerjaan konstruksi dengan e-procurement di Kota Malang yang terjadi selama kurun waktu sejak diberlakukannya Perpres No. 70 Tahun 2012 sampai dengan bulan Desember 2013. Responden penelitian ini adalah kontraktor grade 5, 6 dan 7 serta PPK dan Pokja ULP selaku panitia pengadaan di Kota Malang. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pengujian hipotesis dan metode IPA (Importance Performance Analysis). Setelah dilakukan pengolahan, pada hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji t terhadap semua variabel menunjukkan uji t dapat diterima. Hal ini menunjukkan bahwa proses pengadaan pada pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan dengan e-procurement di Kota Malang sudah transparan dan akuntabel dari pihak penyedia jasa dan pengguna jasa. Pada metode IPA dari segi transparansi dihasilkan penilaian kinerja termasuk dalam kategori sangat baik dengan memperoleh IP (Index Performance) yaitu sebesar 87,74 %, dari segi akuntabilitas Pengguna Jasa memperoleh IP yaitu sebesar 89,25 %, sedangkan dari segi akuntabilitas Penyedia Jasa memperoleh IP yaitu sebesar 85,40 %. Variabel yang kinerjanya sudah baik dan dianggap penting oleh Penyedia Jasa dan Pengguna Jasa dari segi transparansi yaitu Jadwal lelang dan Dokumen Pengadaan, dan Penyedia Jasa dari segi akuntabilitas yaitu Jadwal lelang, Addendum Dokumen Pengadaan dan Pengumuman Pemenang, Sedangkan Pengguna Jasa dari segi akuntabilitas yaitu Jadwal lelang dan Pengumuman Pemenang. Kata kunci : e-procurement, pengadaan pekerjaan konstruksi, IPA (Importance Performance Analysis)
PENJADWALAN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG YANG MENGALAMI KETERBATASAN SUMBER DAYA MENGGUNAKAN METODE PERATAAN PENUH (FULL LEVELLING) DENGAN MICROSOFT EXCEL DAN OVERALLOCATED (LEVELLING) SUMBER DAYA DENGAN MICROSOFT PROJECT Febryanti, Ayu Puji; Hasyim, M. Hamzah; Unas, Saifoe El
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.944 KB)

Abstract

Perencanaan penjadwalan yang memiliki permasalahan dengan keterbatasan sumber daya tenaga kerja perlu dianalisa dengan cermat. Proyek pembangunan gedung FISIP Tahap II, Universitas Brawijaya Malang mengalami keterlambatan pada akhir pelaksanaan proyek atau pada saat tahap finishing. Hal ini disebabkan oleh tidak dapat terpenuhinya jumlah tenaga kerja seperti yang direncanakan. Tujuan skripsi ini untuk mengetahui aktifitas - aktifitas yang mengalami keterlambatan, pekerjaan yang berada pada lintasan kritis, dan melakukan pengalokasian sumber daya atau Levelling dengan Microsoft Project dan secara manual. Metode yang digunakan untuk perataan tenaga kerja terbatas dilakukan Levelling dengan bantuan Microsoft Project dan Full Levelling secara manual dengan bantuan Microsoft Excel. Perhitungan dengan kedua metode tersebut menghasilkan waktu keterlambatan yang sama sehingga durasi proyek berakhir bersamaan. Pekerjaan pada tahap finishing yang mengalami keterlambatan pada pekerjaan plafon, pengecatan dan ME. Pekerjaan pengecatan termasuk dalam lintasan kritis sehingga durasi pekerjaan akan terlambat. Setelah dilakukan analisa dengan metode Levelling dengan bantuan Microsoft Project dan metode Full Levelling dengan bantuan Microsoft Excel penjadwalan proyek menjadi terlambat. Perbedaan kedua metode tersebut terletak pada urutan pelaksanaan aktifitas. Pada metode Levelling dengan Microsoft Project dilakukan perhitungan waktu keterlambatan secara otomatis sedangkan dengan metode Full Levelling dilakukan perhitungan waktu keterlambatan secara manual dan urutan pelaksanaan aktifitas ditentukan sendiri berdasarkan perhitungan waktu tercepat.   Kata kunci : manajemen konstruksi, microsoft project, penjadwalan sumber daya terbatas  
EVALUASI PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DENGAN E-PROCUREMENT DI KOTA MALANG DITINJAU DARI SEGI KETERBUKAAN, ADIL/TIDAK DISKRIMINATIF, DAN BERSAING ., Firmansyah; Unas, Saifoe El; Munawir, As'ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.556 KB)

Abstract

E-procurement merupakan suatu proses pengadaan yang mengacu  pada penggunaan internet sebagi sarana informasi dan komunikasi. Secara umum tujuan dari diterapkannya e-procurement yaitu untuk menciptakan keterbukaan, transparansi, efisiensi, efektifitas, akuntabilitas serta persaingan yang sehat dalam pengadaan barang dan jasa melalui media elektronik antara pengguna jasa dan penyedia jasa. Penelitian ini tentang evaluasi pengadaan pekerjaan konstruksi dengan e-procurement di Kota Malang. Dilakukan dengan metode objek penelitian diminta pendapatnya dalam bentuk skala likert. Dimana objek penelitian ini adalah responden yang melaksanakan pengadaan pekerjaan konstruks e-procurement di Kota Malang, yang terjadi selama kurun waktu 2012 samapi dengan akhir tahun bulan Desember 2013. Responden penelitian ini adalah kontraktor grade 5, 6 dan 7 serta PPK dan Pokja ULP selaku panitia pengadaan di Kota Malang. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pengujian hipotesis dan metode IPA (Importance Performance Analysis). Setelah mendapat hasil penelitian dapat diketahui pada analisa deskriptif bahwa semua variabel termasuk dalam kategori kriteria persentase tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa semua variabel mendapat respon Penyedia Jasa dan Pengguna Jasa telah berhasil dalam prinsip segi keterbukaan, adil/tidak diskriminatif dan persaingan sehat pada pengadaan pekerjaan konstruksi dengan e-procurement di Kota Malang. Pada metode IPA dari segi keterbukaan dihasilkan penilaian kinerja termasuk dalam kategori sangat baik dengan memperoleh IP (Index Performance) yaitu sebesar 93,32 %, dari segi adil/tidak diskriminatif memperoleh IP yaitu sebesar 91,81 %, dan dari segi persaingan sehat memperoleh IP yaitu sebesar 86,56 %. Variabel yang kinerjanya sudah baik dan dianggap penting oleh Penyedia Jasa dan Pengguna Jasa dari segi keterbukaan yaitu Pengumuman Lelang, Berita acara hasil pelelangan (BAHP), dan Pengumuman Pemenang, dari segi adil/tidak diskriminatif yaitu Dokumen Pengadaan, Evaluasi dan Sanggahan peserta lelang dan untuk dari segi persaingan sehat yaitu Upload dokumen pengadaan. Dokumen pengadaan, Aanwijzing/Berita acara pemberian penjelasan, dan Evaluasi. Kata kunci : e-procurement, pengadaan pekerjaan konstruksi, IPA ((Importance Performance Analysis)
EVALUASI PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DENGAN E-PROCUREMENT DI KOTA MALANG DITINJAU DARI SEGI EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS Samudra, Ferry Hanggara; Unas, Saifoe El; Munawir, As'ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.602 KB)

Abstract

E-procurement dilatarbelakangi oleh kelemahan-kelemahan pengadaan dengan sistem konvensional yang dilakukan dengan langsung mempertemukan pihak-pihak yang terkait pengadaan, sehingga pemerintah mengeluarkan Perpres 54 Tahun 2010. Dikeluarkannya Perpres No. 54 Tahun 2010 bertujuan agar pengadaan barang/jasa Instansi Pemerintah dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi dan efektifitas pengadaan pekerjaan konstruksi di kota Malang semenjak dibelakukannya perpres 70 tahun 2012 tentang pengadaan barang dan jasa. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektifitas, selain itu juga penelitian ini mengevaluasi kepuasan penyedia dan pengguna didalam pelelangan terhadap pengadaan pekerjaan konstruksi dengan menggunakan e-procurement di kota Malang. Penelitian ini termasuk Penelitian Hipotesis Deskriptif dan IPA (index Performance Analysis), Hipotesis Deskriptif menjelaskan bagaimana memberikan pernyataan dugaan terhadap variabel, dimana kita memberikan  dugaan awal sebelum melakukan penelitian, sedangkan Metode IPA (Index Performance analysis) meneliti tentang tingkat kepuasan responden terhadap penggunaan e-procurement dalam pengadaan jasa konstruksi di Kota Malang. Penelitian ini mengevalusi prinsip efisiensi dan efektifitas didalam pengadaan barang dan jasa pada perpres 70 tahun 2012. Penentuan subjek tersebut dilakukan dengan stratified random sampling, yang terdiri dari 20 penyedia jasa konstruksi (Kontraktor) dan 27 pengguna jasa yang didalamnya termasuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Kelompok Kerja/Unit Layanan Pengadaan (POKJA/ULP). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan data primer dan sekunder, pada penelitian ini data primer diambil dengan menyebarkan kuisioner pada responden dengan pertanyaan dari tahap-tahap pengadaan jasa konstruksi, sedangkan data sekunder diambil dari situs resmi Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pada penelitian ini pengadaan jasa konstruksi di Kota malang sudah termasuk efisien dan efektif, setelah dilakukan penelitian tentang kepuasan responden terhadap pengadaan jasa konstruksi di Kota Malang sudah termasuk Sangat Baik. Dengan demikian penelitian ini membuktikan bahwa pengadaan jasa kosntruksi dikota malang dengan menggunakan e-procurement sudah efektif, efisien dan memuaskan. Kata Kunci: e-procurement, pengadaan pekerjaan konstruksi, IPA (Importance Performance Analysis)
ANALISA PERBANDINGAN HARGA SATUAN PEKERJAAN BETON BERTULANG BERDASARKAN SNI DAN SOFTWARE MS PROJECT Sukamto, Aulia Qur’anna; Unas, Saifoe El; Hasyim, M. Hamzah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.702 KB)

Abstract

Pada umumnya saat ini di lapangan banyak menggunakan pekerjaan pengecoran beton bertulang yang praktis seperti readymix dan untuk pekerjaan penulangan yang digunakan seperti wiremesh. Akan tetapi dalam perhitungan anggaran biaya yang digunakan adalah beton sitemix serta penulangan manual. Penelitian mengenai analisa perbandingan harga satuan pekerjaan beton bertulang berdasarkan SNI dan software MS. Project ini dilakukan dengan metode analisa SNI dan analisa software MS. Project. Setelah dilakukan pengolahan, diperoleh hasil pada pembangunan proyek gedung rektorat UM metode yang digunakan adalah SNI 7394-2008 dengan nomor analisa 6.12 untuk pekerjaan beton, 6.17 untuk pekerjaan pembesian, 6.22,6.23, dan 6.24 untuk pekerjaan bekesting kolom, balok dan pelat. Perbedaan metode SNI dan MS Project 2007 terletak pada perhitungan bahan, tenaga kerja dan alat. Rencana biaya pembangunan struktur beton bertulang dengan metode SNI adalah Rp 31,979,949,064.90. Biaya dengan metode MS Project 2007 adalah Rp 25,772,892,999.04 sehingga perbandingannya adalah 80,59%. Kata kunci : harga satuan pekerjaan beton bertulang, SNI, Software MS. Project
PERHITUNGAN HARGA SATUAN PEKERJAAN DINDING BATA RINGAN DENGAN METODE SNI & MS. PROJECT PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG LABORATORIUM ENTERPRENEURSHIP TERPADU UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG Aditha, Marchel; Unas, Saifoe El; Hasyim, M. Hamzah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.812 KB)

Abstract

Dalam sebuah proyek konstruksi baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan sangat diperlukan manajemen konstruksi yang baik. Salah satu hal yang terpenting adalah perhitungan rencana anggaran biaya (RAB) dimana untung atau rugi sebuah proyek bergantung pada estimasi biaya pada awalnya. Pada saat ini metode yang sering digunakan  untuk membuat anggaran biaya adalah metode SNI. Pada saat ini kemajuan teknologi dalam pembangunan semakin cepat yang menyebabkan pekerjaan lebih ekonomis. Salah satu yang banyak digunakan adalah pekerjaan dinding bata ringan. Namun perhitungan estimasi yang masih banyak digunakan adalah dengan menggunakan metode SNI, dimana didalamnya tidak ada perhitungan analisa biaya untuk dinding bata ringan. Selain menggunakan metode SNI perhitungan analisa biaya dapat digunakan juga bantuan software Ms. Project. Sesuai dengan pengamatan yang dilakukan pada pehitungan analisa biaya dinding bata ringan pada proyek pembangunan gedung enterpreneurship terpadu Universitas Brawijaya Malang metode yang digunakan masih menggunakan metode SNI yang telah dimodifikasi sebiau kebutuhan. Hasil analisa biaya pekerjaan dinding bata ringan sesuai metode SNI yang telah dimodifikasi didapatkan sebesar Rp 2.432.360.251,27. Selain itu analisa biaya dihitung dengan menggunakan bantuan software MS. Project. Analisa biaya menggunakan MS. Project didasarkan pada penjadwalan proyek dan estimasi pekerja dan alat yang digunakan sesuai dengan kondisi di lapangan. Biaya total pada MS. Project didapatkan dari akumulasi biaya material, gaji pekerja, serta biaya alat yang digunakan pada proyek. Hasil perhitungan estimasi biaya pekerjaan dinding bata ringan dengan menggunakan metode MS. Project didapatkan sebesar Rp. 1.881.296.223,00. Selisih biaya total pekerjaan dinding bata ringan dengan kedua metode ini adalah sebesar Rp. 551.064.028,27. Penggunaan estimasi biaya dengan MS. Project didapatkan hasil yang lebih mendekati dengan keadaan di lapangan dan lebih realistis ktimbang menggunakan metode SNI. Kata Kunci : estimasi biaya, RAB (Rencana Anggaran Biaya), SNI, MS. Project, harga satuan.
ANALISIS TENAGA KERJA MENGGUNAKAN METODE FULL LEVELLING (PERATAAN PENUH) DENGAN SOFTWERE PRIMAVERA PROJECT PLANNER TERHADAP PROYEK GEDUNG PT BANK MUAMALAT CABANG MALANG Maha Putra, I Gede Pradipta; Unas, Saifoe El; Hasyim, M. Hamzah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.525 KB)

Abstract

Pada umumnya proyek memiliki masalah mengenai biaya, waktu dan sumber daya pada setiap merencanakan penjadwalan. Bisa terjadi dalam pengalokasian sumber daya, pada suatu saat jumlah sumber dayanya terlalu banyak dan adapula yang sedikit sehingga ada sebagian sumber daya yang tidak terpakai atau (menganggur). Maka dari itu di butuhkan pemerataan tenaga kerja yang meruapakan suatu usaha untuk menghindari terjadinya fluktuasi yang tajam. Tujuan dilakukan pemerataan adalah untuk memperoleh pemanfaatan tenaga kerja yang efektif dan merata. Maka pada penelitian ini dilakukan pemerataan terhadap tenaga kerja (resources levelling). Dengan menggunakan metode full levelling dengan bantuan softwere primavera project lanner. Sehingga hasil analisis nya dapat memberikan solusi penggunaan tenaga kerja yang efektif dan efisien pada levelling. Dari hasil analisa Menggunakan Metode full levelling dengan bantuan softwere primavera project planner, menghasilkan total durasi Pekerjaan 39 hari dan  pembagian alokasi tukang kayu pada minggu ke 20 dari 12 orang berubah menjadi 7 orang dan pada minggu ke 21 dari 12 orang berubah menjadi 10 orang akibat pergeseran pekerjaan kayu non kritis. Sedangkan alokasi tukang kayu pada minggu ke 24 sampai minggu ke 29 berubah menjadi 3 orang. Sehingga menghasilkan distribusi tenaga kerja yang efisien. Maka dapat dikatakan bahwa perataan tenaga kerja yaitu tukang besi yang dilakukan pada penelitian ini dapat mengurangi kebutuhan puncak tenaga kerja pada proyek ini. Kata Kunci : Full Levelling, Tukang kayu, Primavera Project Planner, efisien.
ANALISA KETERLAMBATAN PROYEK MENGGUNAKAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA) (STUDI KASUS PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI TAHAP II UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG) Mustika, Adinda Febby; Hasyim, M. Hamzah; Unas, Saifoe El
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.292 KB)

Abstract

Fault Tree Analysis (FTA) merupakan teknik analisis untuk mengidentifikasikan kegagalan suatu sistem. Arti kegagalan sistem dalam penelitian ini adalah keterlambatan proyek pembangunan gedung. FTA dapat dianalisa secara kualitatif menggunakan Aljabar Boolean maupun secara kuantitatif memakai teori reliabilitas. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi pekerjaan apa saja yang mengalami keterlambatan dan mengelompokkannya ke dalam Top event. Selanjutnya, membuat model grafis FTA dengan mengidentifikasi mulai dari kejadian Top event sampai ke urutan atau kejadian yang paling mendasar. Model grafis FTA berupa simbol-simbol seperti simbol kejadian, simbol gerbang, dan simbol transfer. Terdapat simbol kejadian yang mengilustrasikan kejadian dan juga simbol gerbang yang mengilustrasikan hubungan antar simbol kejadian. Dari model grafis FTA, kemudian dicari kombinasi kejadian-kejadian penyebab keterlambatan yang disebut dengan minimal cut set. Hasil minimal cut set ini merupakan analisa secara kualitatif. Untuk analisa Fault Tree secara kuantitatif, digunakan teori realibilitas dimana akan didapatkan seberapa besar nilai keandalan dari sistem yang mengalami kegagalan karena pengaruh basic event terhadap Top event. Hasil analisa didapat pekerjaan yang mengalami keterlambatan adalah pekerjaan persiapan, pekerjaan pasangan, dan pekerjaan beton. Faktor yang dominan menyebabkan keterlambatan pada pekerjaan persiapan adalah keterlambatan penandatanganan kontrak. Sedangkan, penyebab yang dominan meyebabkan terlambatnya pekerjaan pasangan dan pekerjaan beton adalah manajemen yang kurang baik dari konsultan pengawas yaitu kontrol yang kurang baik dan kurangnya pengawasan dan tidak melaksanakan perannya, dan kurangnya koordinasi. Hasil analisa FTA secara kuantitatif, besar nilai reliabilitas/ keandalan dari pekerjaan persiapan adalah 0,925, untuk pekerjaan pasangan sebesar 0,311 dan pekerjaan beton sebesar 0,358. Sehingga yang paling besar tingkat kegagalan adalah pekerjaan pasangan. Kata kunci: Fault Tree Analysis, kegagalan, keterlambatan proyek
PERCEPATAN PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN METODE WHAT IF PADA PROYEK PENINGKATAN KAPASITAS JALAN BATAS KOTA RUTENG –KM 210-BATAS KAB. MANGGARAI NUSA TENGGARA TIMUR B.Putri, Iik Radevi; Unas, Saifoe El; Negara, Kartika Puspa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.672 KB)

Abstract

Pada proyek peningkatan kapasitas jalan Batas Kota Ruteng –KM 210-Batas Kab. Manggarai, Nusa Tenggara Timur terjadi keterlambatan atau ketidak sesuaian jadwal aktual dengan yang telah direncanakan sehingga mempengaruhi total durasi pekerjaan. Sebagian besar pekerjaan pada proyek ini menggunakan alat berat serta banyak alat berat. Pada pengamatan awal keterlambatan tersebut mengakibatkan kemunduran waktu pelaksanaan pada pekerjaan yang sebagian besar menggunakan alat berat.  Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mempercepat keterlambatan proyek yaitu dengan analisis What If. Analisis What If dapat digunakan untuk menstimulasikan keterlambatan pada model CPM atau jalur kritis. Dalam penggunaan What If pada model CPM, apabila terjadi keterlambatan pada pekerjaan yang terkena jalur kritis, maka predecesor atau pekerjaan selanjutnya yang terkena jalur kritis tersebut harus diberi percepatan agar total durasi pekerjaan tetap sesuai pada rencana awal. Proyek yang awalnya harus selesai pada tanggal 11 november dengan total durasi 180 hari dikarenakan terjadi keterlambatan maka waktu mundur menjadi 193 hari. Langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah mengolah kembali jadwal yang didapatkan agar dapat mengetahui aktifitas yang mempengaruhi keterlambatan serta total durasi proyek. Kemudian dari hasil pengolahan kembali tersebut dilakukan percepatan agar total durasi proyek dapat sesuai dengan rencana. Hasil analisa yang didapat dengan metode What If adalah durasi pekerjaan dapat kembali seperti rencana awal bahkan lebih cepat 14 hari yaitu dengan total durasi 166 hari. Kata Kunci: Analisis What If, Keterlambatan Proyek, Percepatan
Co-Authors ., Firmansyah ., Mala A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achfas Zacoeb Achfas Zacoeb Aditha, Marchel Aditya Nurcahyo Akbar, M. Ilham Ananta Widagdo Adipranowo Anggara, Dheva Vegar Ardia Cahya Noviantari Ari Wibowo Arisandy, Rizki Arlen Harefa Atsaruddin, Achmad Tharis Aulabih, Royyan B.Putri, Iik Radevi Bagasasi, Anggun Restria Christon, Hosea Adyo Da Costa Rao, Fredy Benedictus Danang Kurniawan, Danang Danial, Achmad Deattax, Aly Ka'bah Dieng Permana, Mochamad Amin Eko Andi S Eko Andi Suryo Fakhrozy, Rizky Febriyannor, Rifqy Febryanti, Ayu Puji Gilang Remansyah, Aryasuta Akbar Haidar Tegar Prastowo Hakam, Fikri Arifuddin Hamzah Hasyim Harimurti Harimurti . Hartono, Nico Hendi Bowoputro Hermawan, Albert Pressy Iftinan Naufal Tsary Indra Cahya Indradi Wijatmiko Indrayana, Alifadri Jannah, Mega Raudhatin Jordan, Yudha Kartika Puspa N, Kartika Puspa KARTIKA PUSPA NEGARA Kartika Puspa Negara Kunaifi, Ravniar Kurniawan, Rozi Kususmaningrum, Rahayu Latuba Farma, Indira Thenisia Lilya Susanti Liya Indah Wulandari M Hamzah Hasyim M. Hamzah Hasyim M. Hamzah Hasyim, M. Hamzah Maha Putra, I Gede Pradipta Majid, Yudhistira Abdul Miftha, M. Faridhol Mohammad Hamzah Hasyim Mohammad Raihan Hamzah Muhammad Alfian Hakim Muhammad Hamzah Hasyim Muhammada, Helmy Qathafie Mulyawati, Karima Nadiah Munawir, As'ad Munawir, As’ad Mustika, Adinda Febby Nadia Amalina Nuriyah Negara, Kartika P. Nico Hartono Nugroho, Agung Wahyu Nuridwi, Damar Buwono Oktaviana, Priska Ika P.Y, Rifky Rezha Pascoal, Emilio Pradipta, Hirzy Pragasi, Galih Windu Pramasida, Dipo Prassetiyo, Angghoro Berkah Pratama, Rendy Nugraha Pudyono . Purnamasari, Risqi Eka Puspitasari, Ratri R. Martin Simatupang, R. Martin R., Nur Fatkhiyatur Rachmadiansyah, Afanny Rahayu Kusumaningrum Rahma Dian Sya'bana Ramadhani, Vicky Reinhart Maleakhi Retno Anggraini Riyaadl, Mohammad Rizaldi Ian Indiarto Sakinah, Baiq Farida Samudra, Ferry Hanggara Sasongko, Nawang Aji Sekar Pratiwi Simorangkir, Juan Septiano Soni Lutfi Ardiansyah Sugiarto, Amalia Rizka Sukamto, Aulia Qur’anna Suryono, Devi Susilo, Joko Syarief, Mohammad Rizal Tarigan, Andrian Lokapiga Tri Rangga Yuda S Ulhaq, M. Luthfi Dhiya’ W. Nariswari Wahyudi Rahmat Widiarsa Widiarsa Widjatmoko, Indradi Wijoyo, Agung Nira Wisnumurti Yatnanta Padma Devia Zetta Rasullia Kamandang Zulfa, Irbah Mahdiah