Tantangan yang dihadapi siswa perempuan di lingkungan pesantren sering kali berkaitan dengan stereotip gender di masyarakat untuk mengembangkan kemandirian sosialnya. Maksudnya banyak masyarakat yang berprasangka bahwa pondok pesantren tidak memiliki peran dalam pengembangan kemandirian sosial siswa di sekolah yang ada dilingkungan pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran pondok pesantren dalam pengembangan kemandirian sosial khusus siswa perempuan di sekolah formal, sekaligus menepis stereotip yang ada di masyarakat. Pendekatan penelitian kualitatif deskriptif digunakan untuk menemukan peran Pondok Pesantren Al-Haqiqy dalam pembentukan kemandirian sosial siswa di Sekolah Dasar Qur’an Al-Haqiqy. Teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan untuk menemukan informasi sesuai tujuan penelitian. Triangulasi sumber dan teknik digunakan mendapatkan informasi dari guru, kepala sekolah, pengajar, dan pengasuh di pondok pesantren agar mendapatkan data yang valid dan kredibel. Hasil menemukan stereotip tidak benar adanya, bahwa adanya Pondok Pesantren Al-Haqiqy dalam pembentukan kemandirian sosial siswa di lingkungan SD Qur’an Al-Haqiqy. Hal ini dapat dilihat dari berbagai kegiatan pondok yang terintegrasi dengan pembentukan sikap tanggung jawab sosial dan keterampilan berinteraksi sosial pada siswa di sekolah. Peneliti berharap temuan-temuan lain dimasa depan agar menggugurkan stereotip pada pondok pesantren yang selama ini beredar di kalangan masyarakat
Copyrights © 2024