Diabetes mellitus merupakan penyakit dengan tingginya kadar glukosa di dalam darah, yang sering ditandai dengan terjadinya hiperglikemia. Kondisi hiperglikemi menyebabkan komplikasi perifer sehingga menimbulkan gangguan perfusi perifer. Meminimalkan gangguan tersebut dapat diberikan senam kaki. Tujuan untuk mengetahui Pengaruh Senam Kaki Terhadap Peningkatan Perfusi Kaki Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Murni Teguh Tuban Bali. Metode penelitian ini menggunakan desaian quasi experimental dengan rancangan pre-post test control grup design. Teknik sampling menggunakan total sampling sebanyak 24 responden, dimana kelompok tersebut terdiri dari kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan dengan pemeriksaan vaskuler dopler. Data dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukan hasil pada kelompok intervensi dengan perfusi kaki sebelum dilakukan senam kaki mayoritas mengalami PAD ringan sebanyak 19 responden (79,2%) dan terjadi perubahan perfusi kaki setelah diberikan senam kaki menjadi normal sebanyak 22 (91,7%) responden. Kelompok kontrol dengan perfusi kaki sebelum dilakukan senam kaki mayoritas mengalami PAD ringan sebanyak 19 responden (79,2%) dan setelah diberikan perawatan sesuai rumah sakit hasil perfusi tetap yaitu PAD ringan sebanyak 17 (70,8%) responden. Analisis perbedaan perfusi kaki pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol berdasarkan uji Mann Whitney didapatkan p-value 0,000. Kesimpulan pada penelitian ini terdapat perbedaan perfusi kaki pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol di Rumah Sakit Murni Teguh Tuban Bali. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya agar menggunakan variabel pembanding dalam menilai perfusi kaki pada pasien diabetes melitus tipe 2.
Copyrights © 2024